Trending | News | Daerah | Covid-19

Daerah

MUI Tanah Datar Persilahkan Warga Tetap Jumatan Namun Dengan Sejumlah Catatan

Dibaca : 2.189

Tanah Datar, Prokabar — Menyikapi wabah Corona yang melanda, Majelis Ulama Indonesia Tanah Datar mengeluarkan maklumat jika melarang masyarakat rantau yang baru kembali dari daerah terjangkit wabah corona untuk melaksanakan salat jumat bersama masyarakat.

Dalam maklumat yang bernomor 01/maklumat-MUITD/III/2020 itu dituliskan, jika masyarakat perantau yang dimaksud berasal dari Pulau Jawa, Kalimantan, dan Sulawesi. Serta sebagian dari pulau Sumatera seperti Sumut, Riau, Kepri dan Lampung.

Dalam maklumat yang terdiri dari 7 point itu, pada poin kedua bagian b ditulis jika selain perantai dari kawasan pandemi Covid 19, MUI Tanah Datar juga melarang keluarga dekat dari perantau untuk mengikuti salat jumat dan menggantinya dengan salat zuhur di rumah masing masing.

“Salat jumat tetap kita laksanakan dengan pembatasan sesuai uraian. Maksud perantau yang dilarang, yang pulang dari daerah endemi diminta tidak ikut shalat jumat, shalat zuhur di rumah masing masing,” tulis Sekretaris Umum MUI Tanah Datar

Selain itu, untuk pelaksanaan salat jumat, MUI juga mengatur jika larangan untuk melaksanakan salat jumat juga berlaku bagi masyarakat yang tengah terkena flu, batuk dan demam meski belum teridentifikasi corona. Sementara, bagi masyarakat yang bukan perantau dan tidak tegah sakit, MUI Tanah Datar mengharuskan jemaah salat jumat untuk membawa sendiri sajadah masing masing ke mesjid.

MUI Tanah Datar dalam maklumatnya juha meminta Pengurus mesjid untuk tidak menggunakan tikar dalam pelaksanaan salat jumat. Pengurus untuk dapat menyediakan cuci tangan dengan sabun di lokasi mesjid.
Pada putusan lainnya, MUI Tanah Datar menganjurkan masyarakat untuk tidak melaksanakan salat jamaah di mesjid, musalla dan surau.

Maklumat MUI Tanah Datat tersebut diterbitkan setelah menimbang bahaya dan mencegah penyebaran Covid 19. Antisipasi penularan, masyarakat diminta untuk mematuhi arahan dan himbauan pemerintah, baik pusat maupun daerah. (eym)


Baca Juga :

Berani Komen Itu Baik
To Top