Trending | News | Daerah | Covid-19

Daerah

MUI Sumbar : Panitia Dilarang Menjual Fisik Hewan Kurban

Dibaca : 263

Padang, Prokabar – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Padang mengingatkan bahwa panitia kurban dilarang menjual semua fisik hewan kurban berupa daging, kulit, tulang dan lainnya karena dapat mengurangi nilai ibadah.

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Padang Duski Samad mengatakan jika terjadi transaksi penjualan hewan kurban oleh panitia kurban, maka hewan kurban yang dijual tersebut bisa menjadi haram dimakan bagi sang pembeli karena menjual yang bukan hak dan berdampak tidak baik bagi ibadah.

“Kecuali jika memang tidak ada lagi orang yang akan menerima daging kurban tersebut maka dibolehkan melakukan transaksi jual beli karena ditakutkan terbuang sia-sia, akan tetapi atas persetujuan orang yang berkurban itu sendiri,” ujarnya.

Hukum ibadah berkurban termasuk sunat muakat, namun diwajibkan bagi yang mampu.

Menurutnya, untuk menghindari penjualan daging kurban sebaiknya orang yang berkurban ikut serta memotongnya dan membagikannya atau menyerahkan ke orang-orang di sekitarnya.

“Sebetulnya panitia hanyalah wakil dari peserta kurban, maka dari itu panitia tidak boleh bertindak menjual hewan kurban, seperti menjual daging, kulit, tulang dan lainnya dapat mengurangi nilai ibadah,” kata dia.

Maka dari itu disarankan bagi panitia harus dihitung betul berapa beli sapi, biaya penyelenggaraannya, dan ongkos lain yang ditimbulkan, sehingga ada kejelasan pada saat berkurban dan tidak menimbulkan kerugian.

Ia berharap panitia kurban dapat melakukan tugas mereka dengan baik, sehingga tidak menimbulkan permasalahan.

Selain itu, terkait pembagian kupon yang berlebih pada saat pembagian hewan kurban merupakan perilaku yang tidak baik dan perlu dikendalikan oleh panitia kurban, karena perilaku tersebut mendorong orang berbuat curang.

Hari raya kurban juga termasuk ibadah yang paling tua karena ibadah kurban pertama dilakukan oleh anak nabi Adam yakni Habil dan Qabil, kemudian nabi Ismail dan Ibrahim yang hingga saat ini menjadi syariat agama.

Ibadah kurban juga melekat dengan ibadah haji, yakni ritual ibadah haji merupakan bagian dari perjalanan kurban seperti melempar jumrah, merupakan ibadah permanen yang tidak bisa dianalisis, kecuali hikmahnya berupa kepentingan sosial dan agama.

Selain itu tatacara berkurban yang baik menurut Islam yakni untuk satu orang sebaiknya berkurban satu ekor kambing, untuk satu ekor sapi diizinkan tujuh orang.

Hewan kurban tersebut disyariatkan disembelih setelah hari Raya Idul Adha maksimal tiga hari sesudahnya hingga tenggelam matahari yakni 13 Zulhijjah.(*/mbb)


Baca Juga :

Berani Komen Itu Baik
To Top