Maninjau, Prokabar.com – Pemerintah Nagari Maninjau mengukuhkan kepengurusanajelis Ulama Indonesia (MUI) Nagari Maninjau akhir pekan ini. Bersama Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) langsung tancap gas memeriahkan Perayaan 1 Muharam 1447 Hijriah yang jatuh tempo satu bulan kedepan.
Camat Tanjung Raya, Al Hafidz mengatakan, pihaknya bersama MUI Kecamatan Tanjung Raya sangat mengapresiasi Pemerintah Nagari Maninjau berhasil membentuk dan mengukuhkan MUI Nagari Maninjau. Marwah mubaliq akan semakin kuat sehingga membantu pemerintah dan masyarakat dalam keagamaan.
“Setiap lembaga dalam nagari merupakan komponen satu kesatuan yang harus ada dan memiliki peran penting membangun nagari. Sebagai salah satu lembaga tertinggi yang memiliki marwah dan wibawa, setara dengan Pemerintah Nagari dan Kerapatan Adat Nagari.” terangnya.
Sementara itu, E. Datuk Nan Sati, Ketua MUI Kecamatan Tanjung Raya menegaskan, pentingnya membentuk dan mengukuhkan MUI Nagari. Mubaliq atau ulama yang tergabung di Majelis Ulama Indonesia Nagari Maninjau merupakan kekuatan utama dalam menerangi nilai-nilai religius keagamaan, terutama masyarakat Minangkabau yang mutlak menganut agama Islam.
“Ulama dalam tatanan masyarakat Minangkabau, merupakan suluah bendang dalam nagari. Suluah sebagai penerang umat selama hidup di dunia, dan bendang umat sampai ke akhirat.” Ungkap E. Datuak Nan Sati.
Ia menambahkan, waktu dekat ini umat Islam memasuki hari Idul Adha 1446 Hijriah. “Praktek pelaksanaan dan penyembihan hewan kurban masih banyak terjadi kesalahan. Dan hal ini harus kita selaku ulama atau mubaliq harus meluruskan ke aturan yang sesuai Alam Quran dan Hadis. Dan inilah peran penting MUI dalam Nagari. MUI Nagari tidak bisa membuat fatwa, namun mengikuti fatwa yang telah dibuat MUI tingkat kabupaten dan pusat.” ujarnya.
Sementera itu, Walinagari Maninjau Harmen Yasin sangat bahagia karena Nagari Maninjau telah memiliki kekuatan utama bidang keagamaan. “Kuatnya Masyarakat Minangkabau karena kuatnya peran Tali Tigo Sapilin, Tigo Tungku Sajarangan. Antara Niniak Mamak, Alim Ulama dan Cadiak Pandai ditambah Bundo Kanduang dan Parik Paga adalah kekuatan yang harus menyatukan membangun nagari,” pungkasnya. (rud)
















