Daerah

Mobil Damkar di Pasaman Tidak Berbensin


Pasaman, Prokabar – Dua unit mobil pemadam kebakaran (Damkar) yang stand by di posko Lubuk Sikaping dilanda kekeringan bahan bakar minyak. Sudah berhari-hari mobil itu tidak dipasnaskan. Bagian dasboard juga tampak lusuh dan berdebu.

“Sudah berhari-hari tidak dihidupkan. Minyaknya sudah kering sekali. Sudah kami sampaikan permasalahan ini, namun belum ada tindakan pasti,” kata seorang petugas Damkar yang enggan menyebutkan namanya Rabu (16/5).

Baca Juga :  Dor, Polisi Gulung Spesialis Curanmor Jamaah Tarawih

Lebih lanjut petugas itu bercerita, dalam keadaan seperti ini, sama saja secara tidak langsung ‘membunuh’ mereka jika terjadi kebakaran. Seperti yang mereka rasakan saat terjadi kebakaran beberapa waktu lalu di daerah Kecamatan Tapus.

“Waktu di Tapus dulu, kami dicaci oleh masyarakat. Umpatan, bahkan nyaris dihajar massa kami kala itu. Saat itu telepon petugas Damkar di kantor Tapus tidak bisa dihubungi, karena tagihan telepon menunggak sehingga diputus. Jangan sampai hal serupa kami rasakan kembali,” kata petugas itu.

Baca Juga :  Harga Minyak Serai Selangit, Petani Berebut Beli Bibit

Menanggapi hal in Kasatpol PP Damkar Pasaman, Asmadi saat dikonfirmasi malah berolok-olok. Ia mengetahui hal tersebut, namun tidak dapat memberikan solusi yang pasti.

Baca Juga :  Puasa Pertama di Lubuk Sikaping Berteman Kicau Burung

“Laporan sudah kami terima, bahwasanya mobil kami kering BBM. Tapi susah pula menjelaskannya, semua butuh proses. Dana BBM stand by untuk mobil Damkar itu benar yang belum dianggarkan. Tapi kalau minyak operasional aman-aman saja. Hal ini bakal dibahas di tingkat lebih lanjut dan bakal dibuatkan Perbupya,” tutup Asmadi. (ola)

Berani Komen Itu Baik

To Top