Miris! Pemkab Pesisir Selatan Pangkas Anggaran Pendidikan

Penulis -

Rabu, 27 November 2019 - 17:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pesisir Selatan, Prokabar — Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), Sumbar, memangkas alokasi dana pendidikan tahun anggaran 2020.

Berdasarkan data Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, plafon dana pendidikan Pessel 2020 sebesar Rp20 miliar, dari total Rp1,8 triliun Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Berkaca tahun 2019, anggaran pendidikan dari APBD mencapai Rp32 miliar. Namun, karena efesiensi anggaran tahun 2020 turun menjadi Rp.20 miliar.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Pessel, Suhendri pada wartawan Rabu (27/11) mengatakan, pemangkasan sejalan dengan efisiensi yang dilakukan daerah. Sebab, beban anggaran cukup besar utamanya untuk pelakaanaan Pilkada tahun depan.

“Ini memang belum final. Kami masih mengajukan usulan kepada BPKAD Pessel. Karena ada efisiensi, karena memang jumlah dana pada tahun 2020 berkurang jika dibanding di 2019, “ujarnya lagi.

Baca Juga :  Dinas Kesehatan Dharmasraya Targetkan Empat Wilayah Puskesmas Sasaran Sosialisasi Gema Cermat

Ia menambahkan, setiap tahunnya dari besar anggaran yang ada 25 persennya untuk belanja modal. Ini masuk DAK untuk peningkatan mutu pendidikan Rp3,2 miliar.

“Plafon kita Rp20 miliar. Ini di luar DAK dan dana BOS. Pada tahun 2020 DAK kita dikisaran Rp21 miliar dan dana BOS Rp67 miliar itu khusus untuk SD, “ungkapnya.

Ketua Komisi IV, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pessel, Dedi Rahmanto Putra mengatakan, sesuai UU pendidikan nomor 20 tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional, bahwa anggaran pendidikan diambil 20 persen dari APBN dan APBD.

Pasal 49 ayat 1 berbunyi, dana pendidikan selaian gaji pendidik dan biaya pendidikan kedinasan dialokasikan minimal 20 persen dari anggaran APBN pada sektor pendidikan dan minimal 20 persen dari APBD.

Baca Juga :  Wali Kota Fadly Amran Shalat Idul Adha 1447 H di Masjid Agung Nurul Iman Padang, Serahkan Hadiah Rp180 Juta

Menurut politisi Golkar itu, jika anggaran pendidikan tidak sesuai dengan amanat UU maka pemkab Pessel sudah jelas melanggar aturan.

“Kalau anggaran pendidikan hanya Rp20 miliar dari APBD dengan total 1,8 triliun rasanya belum memenuhi 20 persen, ya pemkab Pessel sudah melanggar aturan, “ujarnya.

Diberitakan Prokabar.Com sebelumnya, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Pessel tercatat di bawah rata-rata provinsi.
Dari 19 kabupaten/kota di Sumbar, Pessel berada pada urutan 12.

Sementara secara nasional berada di posisi 224, dari 554 kabupaten/kota. Sedangkan yang paling tinggi di Ranah Minang adalah Kota Padang, dengan 81.58. Sementara indeks Provinsi Sumatera Barat 71.24.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, IPM Pesisir Selatan hanya 68.47. Angka itu lebih rendah dari target RPJMD 2016-2021 sebelum perubahan yang dipatok 69.3.

Baca Juga :  Usai Dilaporkan, Kajari Pasaman Disposisi Laporan Dugaan Kasus Pembangunan SMKN 1 Simpati

Faktor penyebab rendahnya IPM Pesisir Selatan karena tidak adanya perguruan tinggi. Sedangkan salah satu indikator penilaiannya adalah lama sekolah.

Sekolah tinggi yang ada di daerah itu belum berakreditasi A atau B. Sementara di daerah lain banyak perguruan tinggi yang telah berakreditasi A atau B.

Karena hingga 2021, Pemkab Pessel menargetkan IPM itu bisa mencapai 70.12. Ironis apabila anggaran pendidikan dipangkas.

IPM merupakan salah satu indikator keberhasilan pemerintah daerah dalam pembangunan sumber daya manusia di daerahnya dibidang pendidikan.

IPM mengukur pencapaian rata-rata sebuah wilayah dalam tiga dimensi dasar pembangunan manusia. Pertama, angka harapan hidup (AHH).

Kedua, harapan lama sekolah rata-rata, dengan standar lama sekolah hingga 25 tahun. Ketiga, standar pengeluaran per kapita dengan 96 komoditas. (min)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Wakil Wali Kota Maigus Nasir Saksikan Penyembelihan Sapi Kurban 964 Kg dari Presiden Prabowo di Padang
Rusak Alam Lewat Tambang Liar, Siap-Siap Terima Azab Allah! Alquran Sudah Peringatkan 15 Abad Lalu
Sapi Kurban Bantuan Presiden Disembelih Masyarakat Simpati Pasaman
Dalam Suasana Idul Adha 1447 H, Skuad PSP Tim Perdana Yang Tiba di Yogyakarta
Ribuan Jamaah Padati PT Semen Padang, Iduladha 1447 Hijriah Jadi Momentum Menebar Kepedulian
Idul Adha 2026 Pasaman Sembelih 1850 Hewan Kurban
Dinas Kesehatan Dharmasraya Targetkan Empat Wilayah Puskesmas Sasaran Sosialisasi Gema Cermat
Wali Kota Fadly Amran Shalat Idul Adha 1447 H di Masjid Agung Nurul Iman Padang, Serahkan Hadiah Rp180 Juta

Berita Terkait

Kamis, 28 Mei 2026 - 20:35 WIB

Wakil Wali Kota Maigus Nasir Saksikan Penyembelihan Sapi Kurban 964 Kg dari Presiden Prabowo di Padang

Kamis, 28 Mei 2026 - 16:11 WIB

Rusak Alam Lewat Tambang Liar, Siap-Siap Terima Azab Allah! Alquran Sudah Peringatkan 15 Abad Lalu

Kamis, 28 Mei 2026 - 09:13 WIB

Dalam Suasana Idul Adha 1447 H, Skuad PSP Tim Perdana Yang Tiba di Yogyakarta

Rabu, 27 Mei 2026 - 23:27 WIB

Ribuan Jamaah Padati PT Semen Padang, Iduladha 1447 Hijriah Jadi Momentum Menebar Kepedulian

Rabu, 27 Mei 2026 - 20:34 WIB

Idul Adha 2026 Pasaman Sembelih 1850 Hewan Kurban

Berita Terbaru