Daerah

Miris! Kemiskinan Pesisir Selatan, Keempat di Sumbar, Kok Bisa?

Pesisir Selatan, Prokabar — Miris, dari 19 Kabupaten/Kota di Provinsi Sumbar, Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel) dua tahun terakhir tercatat peringkat ke empat kemiskinan.

Berdasarkan data BPS Pesisir Selatan dihimpun Prokabar.com, angka kemiskinan pada tahun 2018 tercatat mencapai 7,59, dengan jumlah penduduk miskin 34.924 jiwa dan sedikit turun dibandikang tahun 2017 mencapai 7,79 persen.

Kepala Kantor BPS Painan, Yudi Yos Elvin mengatakan, pemicu utama tingginya angka kemiskinan di Pessel dikarenakan anjloknya harga sejumlah komoditas pertanian dan perkebunan.

“Karena memang sebagian besar, masyarakat Pessel bergerak di sektor pertanian dan pertanian, “ujarnya pada wartawan di kantornya kemarin (9/10).

Ia menyebutkan, peringkat pertama adalah Kepulauan Mentawai. Kemudian disusul Kabupaten Solok dan diikuti Kabupaten Padang Pariaman.

Sebagian besar penduduk miskin itu, lanjutnya, adalah mereka yang berprofesi sebagai buru tani, buru perkebunan dan nelayan kecil.

Mereka tersebar di kawasan pedesaan. “Jadi hasil produksi yang mereka terima lebih rendah dari biaya hidup yang dikeluarkan,” terangnya.

Untuk itu, hendaknya pemerintah daerah membuka lapangan kerja sektor formal. Sebab, sebagian besar ketenagakerjaan di daerah ini masih bergerak disektor non formal.

Selain itu, berupaya meningkatkan harga jual komoditi unggulan daerah. Sebagai contoh, mendorong percepatan tumbuhnya sektor primer.

Jika tidak, dikhwatiran angka kemiskinan di Pessel paling ujung pantai barat Sumatera itu makin tinggi. “Karena ketidakpastian perekonomian global,” tutupnya. (min)

Berani Komen Itu Baik
Tirto.ID
Loading...
To Top