Pessel, Prokabar – Para peternak sapi di Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), mengaku minimnya sosialisasi program asuransi usaha ternak sapi di wilayah tersebut oleh Dinas Peternakan daerah setempat.
“Kami belum mendapat sosialisasi secara langsung. Mendengar pun baru kali ini,” kata salah seorang peternak di wilayah Kito XI Tarusan, Iyal (56).
Namun rata-rata, peternak belum mengetahui bahwa ada program asuransi kematian untuk sapi betina produktif peliharaan mereka.
“Kalau memang ada, itu bagus. Tapi bagaimana prosedurnya kami belum tahu. Sosialisasinya tidak ada,” ujarnya.
Selaras dikatakan, Nofian merupakan peternak sapi di Kecamatan Empat Jurai, mengatakan, minimnya sosialisasi asuransi yang dilakukan Pemda Pessel kepada peternak sehingga merugikan kepada peternak.
“Kami tidak tau ada progam asuransi ternak di dinas Peternakan,” ujarnya.
Sekretaris Peternakan, Yosro didampingi Kabid Kabid Bina Usaha dan Kelembagaan, Rizondra mengatakan, sosialisasi progam asuransi sapi ini sudah disampaikan kepada sebagian peternak.
“Kami sudah melakukan sosialisasi terhadap para ternak di setiap kecamatan,” bantahnya.
Sementara data yang dihimpun Prokabar.com di Dinas Peternakan pada tahun 2017 target 600 sapi san realisasi hanya 411 dan pada tahun 2018 target 500 realisasi hanya 330 sapi. Selanjutnya pada 2019 target 900 realisasi hingga Mei, 338 sapi.(min)
















