Meski Banyak Hoaks, Lansia ini tak Gentar Divaksin

Penulis -

Jumat, 28 Mei 2021 - 17:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

VAKSIN - Lansia Dt Jumharman sedang disuntik vaksin di Puskesmas Lima Kaum, Tanah Datar beberapa waktu lalu.

VAKSIN - Lansia Dt Jumharman sedang disuntik vaksin di Puskesmas Lima Kaum, Tanah Datar beberapa waktu lalu.

BATUSANGKAR – Informasi negatif maupun berita hoaks yang simpang siur tentang vaksinasi Covid- 19 di tengah masyarakat, masih saja berseliweran. Namun itu tak membuat gentar lansia seperti Dt Jumharman (74) untuk disuntuk vaksin.

Dengan yakin, wartawan salah satu media online itu ikut divaksin pada Maret dan pertenghan April 2021 lalu di Puskesmas Lima Kaum, Tanah Datar. Dia ikut vaksinasi bersama 63 calon jamaah haji Tanah Datar.

Baca Juga :  Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

“Saya sudah divaksinasi Covid jenis Sinovac dua kali, Selasa (13/3) dan Kamis (13/4),” ujar Dt Jumharman.

Dt Jumharman bahkan menantang informasi hoaks yang dihembuskan oknum-oknum yang tidak bertanggungjawab dengan menyebutkan vaksin itu membahayakan serta haram.

“Saya baik-baik saja kok usai divaksin,” tambahnya.

Dua bulan berlalu, dirinya masih segar bugar tanpa kurang sesuatu apapun. Malah dirinya merasa haqul yakin dan percaya diri terhindar dari Covid yang mematikan itu.

Baca Juga :  Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Dt Jumharman menghimbau terutama para lansia tidak mempercayai hoaks karena itu membuat banyak lansia di Tanah Datar Luhak Nan Tuo menjadi takut, sehingga banyak lansia kebingungan dan takut melaksanakan vaksinasi.

Buktinya, sejak dicanangkan vaksinasi gratis oleh Pemkab Tanah Datar pada Maret hingga minggu ketiga April 2021, baru 387 orang yang mengambil kesempatan tersebut dari 38.116 vaksin yang tersedia.

Untuk memacu target yang ada, dan memutus mata rantai Covid, maka sosialisasi harus dilakukan oleh semua pihak, yakni pemerintah daerah, dinas kesehatan, OPD terkait, satgas Covid-19, mencakup satgas nagari, satgas kecamatan, dan satgas kabupaten serta para lansia yang telah divaksin.

Baca Juga :  KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

“Saya sebagai kader Satgas Covid Nagari Baringin sekaligus pemuka masyarakat akan terus maju mengsosialisasikan eksistensi vaksinasi Covid kepada masyarakat terutama para lansia yang belum melaksanakan vaksinasi,” tuturnya. (vina)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 
Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh
KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api
KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar
HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 12:01 WIB

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:56 WIB

Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh

Rabu, 7 Oktober 2026 - 09:21 WIB

KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Berita Terbaru

Daerah

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Okt 2026 - 12:01 WIB

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB