Oleh : Vinna Melwanti
HUT RI ke-77 di seluruh Tanah Air pada Kamis 17 Agustus 2022, diwarnai luapan kegembiraan. Pedagang pasar, petani, nelayan mengadakan upacara sendiri. Perayaannya ada dimana-mana dilakukan sejak pekan pertama Agustus. Di Istana Negara, upacara hidmat, berwibawa dan membesarkan hati.
Bahkan suasana cair ketika Farel Prayoga, seorang bocil berhasil “menguasai” Istana. Ia membawakan lagu riang Abah Lala berjudul “Ojo Dibandingke.”
Suasana membuncah, bahkan sampai-sampai serombongan youtuber Malaysia sengaja datang ke Jakarta untuk membuat konten HUT RI. Memang sejak negeri dilanda Covid-19, perayaan-perayaan ditiadakan atau dibatasi. Setelah wabah mereda, maka merdekalah gerak anak bangsa. Merdeka dalam kerumunan.
Dua tahun terhalang dan pada 2022 bisa dilaksanakan dengan normal meski tetap menjaga aturan memakai masker, merupakan sebuah moment yang menarik. Usai Covid-19 lomba-lomba semarak, termasuk lomba pornoaksi yang diprotes oleh seorang netizen. “Jika lomba begini diteruskan, akan dicontoh anak-anak,” katanya. Lomba itu bisa memecahkan balon di bokong orang yang di depan, dengan cara menabraknya dengan badan, persis adegan pornoaksi.
Di Istana Presiden Jokowi dan Wapres serta semua pejabat memakai baju adat bebagai suku di Indonesia. Ini sebuah konfigurasi nyata dalam sebuah selebrasi tentang Indonesia. Upacara HUT RI, dengan demikian bukan sekadar upacara tapi menjadi sebuah pentas untuk pakaian daerah.
Di luar Istana, suasana seperti lebaran. Di kampung-kampung sebagaimana terlihat di siaran televisi dan medsos, dipasang umbul-umbul, ada pentas kesenian dan jualan kuliner. Yang selama ini hanya melihat-lihat saja, sekarang ikut upacara. Ini menambah panjang daftar pelaksanaan upacara di kantor-kantor dan sekolah serta pesantren.
Beberapa hari sebelumnya, di medsos dan watshApp beredar twibbonize, “77 Tahun HUT RI, Pulih Lebih Cepat, Bangkit Lebih Kuat”. Tentu saja dilengkapi pilihan foto tergagah dan tercantik masing-masing. Mereka membagikannya ke semua nomor kontak dan grup, persis ucapan selamat lebaran. Anak-anak muda melakukan perayaan dan selebrasi serta memakai hari kemedekaan dengan cerdas dan gaya mereka masing-masing.
Farel Prayoga
———————–
Farel bocil Banyuwangi, mencuri perhatian Indonesia ketika ia tampil dalam rangkaian upacara HUt Ri di Istana. Lagu yang ia bawakan ciptaan Abah Lala, “Ojo Dibandingke. Bocil kelahiran 8 Agustus 2010 ini, menyebab sejumlah menteri bergoyang.
Menteri Keuangan Sri Mulyani berjoget spontan bersama beberapa menteri; Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah, dan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto. Presiden Jokowi yang sedang duduk, tercengang, kemudian berdiri dan asik dengan alunan si bocil.
Yang membuat para menteri berjoget kabarnya karena lirik ini:
// Wong ko ngene kok dibanding-bandingke
(Orang seperti ini kok dibanding-bandingkan)
Saing-saingke yo mesti kalah
(Dipersaingkan ya mesti kalah)
Tak oyako aku yo ora mampu
(Ku kejar pun aku ya tidak mampu)
Mung sak kuatku mencintaimu
(Hanya sekuatku mencintaimu) //
Semua terlihat gembira, kecuali Kapolri yang datang pagi itu ke Istana dengan beban berat di pundaknya. Beban berat tersebut belum terurai, sementara pada saat yang sama sejumlah warga Jambi mengadakan upacara HUT RI di dekat makam mendiang Brigadir Joshua. Ini diwarnai tangis histeris.
Indonesia dalam suasana 17 Agustusan kali ini memang beda. Terasa sekali kemeriahan hari kemerdekaan. Kini 77 tahun sudah Indonesia merdeka, bendera yang dikibarkan dari kain yang warnanya tidak buram, bahkan baru. Berbeda di tahun pertama kemerdekaan, kain langkah karena disita Jepang. Rakyat banyak yang membuat bendera dari kertas minyak.
Kian ke sini, Indonesia kian pulih dan semoga kuat. Alhamdulillah. Merdeka. *
















