Padang, prokabar – Timnas Indonesia telah terbang ke Dubai, Uni Emirate Arab (UEA) pada Senin (17/5). Diantara rombongan Timnas, menyelip gelandang muda Semen Padang FC asli putra Ranah Minang, Genta Alparedo.
Pemain berusia 19 ini, memang ramai diperbincangkan dan menjadi salah satu pemain Timnas yang paling banyak mendapat sorotan dari publik sepakbola Indonesia. Bahkan media-media olaraga ternama tanah air tak luput mengulas keberadaannya di Timnas.
Genta, anak Kuranji, Kota Padang itu telah menyita perhatian. Dia merupakan satu-satunya pemain Liga 2 yang dipanggil coach Shin Tae-yong untuk mengikuti pemusatan latihan di Dubai sebagai persiapan menuju lanjutan Kualifikasi Piala Dunia 2022.
Padahal, Genta belum pernah mencicipi kompetisi resmi bersama klubnya di Semen Padang FC. Menit bermainnya masih nol, tapi dia tetap dipanggil. Tidak terlalu jelas apa referensi dan dasar pemanggilan Genta.
Terlepas dari hal itu, tentunya pelatih sekaliber Shin Tae Yong tak sembarang memanggil pemain untuk timnya. Pastinya dia melihat sesuatu yang istimewa pada diri pemain.

Saat dimainkan Timnas beberapa menit ketika ujicoba melawan Bali United beberapa waktu lalu, Genta mampu menjawab karaguan, dan tampil cukup apik dalam laga itu saat menggantikan Evan Dimas.
Kabarnya, dari info yang didapatkan dari internal Timnas, Genta punya potensi menjanjikan jika dimainkan sebagai gelandang Serang dalam skema 4-4-2 yang diusung Shin Tae Yong.
Nah, menarik ditunggu jika Genta dimainkan Shin Tae Yong dalam tiga laga sisa kualifikasi Piala Dunia 2022. Hal itu tentunya semakin membuktikan bahwa pemain muda Ranah Minang ini memang spesial.
“Genta berangkat hari ini om ke Dubai, mohon doanya selamat sampai tujuan dan bisa sukses bersama tim.”bunyi pesan WA Genta kepada bolabeten.
Sebuah sejarah akan ditorehkan Genta, jika dia dimainkan dalam laga sisa Kualifikasi Piala Dunia 2022 melawan Thailand, Vietnam, dan Uni Emirat Arab.
Karena tidak banyak, bahkan mungkin belum ada pemain asal Sumbar yang bermain di kualifikasi Piala Dunia.
Apalagi jika Genta mampu bermain eksplosif dan memberi kontribusi nyata bagi tim Timnas senior di usia yang baru 19 tahun.
Maka, dengan segala harapan, potensi, dan proses yang sudah dilaluinya sejauh ini, mungkin tak berlebihan jika suatu saat label “Wonderkid” atau anak ajaib Indonesia layak disematkan pada Genta Alparedo.(mht)
















