Menuju Indonesia Emas. Tanah Datar Serius Tekan Stunting

Penulis -

Kamis, 27 Oktober 2022 - 13:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tanah Datar, Prokabar- Pembangunan  Sumber Daya Manusia (SDM) berkualitas merupakan pilar bagi pencapaian Visi Indonesia Emas tahun 2045. Untuk menuju hal tersebut pemerintah Tanah Datar harus serius menekan angka stunting dengan mengharapkan dukungan dan kerjasama semua pihak.

Hal itu disampaikan  Wakil Bupati Tanah Datar Richi Aprian Selaku Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kabupaten Tanah Datar saat diskusi Panel Kasus Stunting di Aula Hotel Pagaruyung, Kamis (27/10).

Hadir pada acara tersebut Kepala Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Sumatera Barat Fatmawati, Kepala Dinas Kesehatan Yesrita, Kepala Dinas PMDPPKB Nopendril, Ketua GOW Tanah Datar Ny. Petty Richi Aprian, Tim pakar Audit Stunting, Camat dan Walinagari.

Wabup menyampaikan, sesuai  hasil SSGI (Study Status Gizi Indonesia) tahun 2021 angka prevalensi stunting di Tanah Datar  adalah 21,5%. Angka ini cukup tinggi, walaupun berada di bawah angka prevalensi provinsi sumatera barat yaitu 23,3%. dan juga dibawah angka prevalensi nasional yaitu 24,4%.

Baca Juga :  KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

Namun, sesuai  target yang disampaikan  Presiden Joko Widodo,  angka prevalensi stunting sudah harus menyentuh angka 14% pada tahun 2024 nanti.

” ini menjadi perhatian bagi kita semua, perlu kerja keras, melakukan koordinasi dan kerja sama konvergensi  semua pihak untuk bisa melakukan percepatan penurunan stunting. untuk itu saya menghimbau kepada semua lintas sektor agar bisa bekerjasama dalam upaya percepatan penurunan stunting di Tanah Datar,” kata Wabup.

Wabup juga katakan, disamping penurunan angka stunting dengan variabel yang cukup besar,  salah satu yang harus segera diatasi juga terkait dengan masalah sanitasi yang layak bagi sebagian masyarakat di Tanah Datar.

Baca Juga :  Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

” ini yang menjadi PR kita di Tanah Datar, karena masih banyak daerah-daerah yang rumah masyarakatnya belum memiliki sanitasi yang layak. Ini akan kita jadikan program prioritas, disamping anak-anak yang memang sudah stunting,” terangnya.

Wabup tambahkan, selain lintas OPD pemerintah daerah juga terus berupaya melibatkan semua pihak yang diawali dengan semangat dan nilai–nilai gotong royong, dan kekeluargaan, tentunya dengan bersama ninik mamak, cadiak pandai, bundo kanduang, orang kampuang maupun orang rantau, semua kita libatkan untuk membantu program percepatan penurunan stunting ini.

sebelumnya, Kepala Perwakilan BKKBN Sumbar Fatmawati dalam mengatakan bahwa rapat diskusi yang dilaksanakan saat ini untuk mengevaluasi kasus audit stunting di wilayah Sumatera Barat khususnya kabupaten Tanah Datar yang saat ini telah menjadi isu prioritas nasional dengan target penurunan stunting menjadi 14% pada tahun 2024 mendatang.

Baca Juga :  Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

Dikatakan Fatmawati, BKKBN Sumbar telah membentuk  Rencana Aksi Nasional Percepatan Penurunan angka Stunting di Indonesia Tahun 2021-2024 (RAN PASTI) yang beranggotakan 1000 orang yang tersebar di kabupaten/kota se Sumbar yang bertugas audit kasus stunting.

“Salah satu strategi yang dilakukan melalui percepatan penurunan stunting dengan mencari penyebab terjadinya kasus stunting ditiap-tiap wilayah sebagai upaya pencegahan terjadinya kasus serup, untuk itu diharapkan keseriusan seluruh pihak mendukung kegitan tersebut,”harapnya.

Pada kesempatan tersebut juga diserahkan bantuan secara simbolis oleh Wabup Richi Aprian  kepada Rani dan Doni Putra (orang tua balita) masing- masing menerima beras dan uang tunai. (eym)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 
Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh
KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api
KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar
HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 12:01 WIB

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:56 WIB

Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh

Rabu, 7 Oktober 2026 - 09:21 WIB

KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Berita Terbaru

Daerah

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Okt 2026 - 12:01 WIB

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB