Menteri PU : Pemerintah Pusat Percepat Lakukan Pembangunan Daerah Terdampak Bencana

Penulis -

Sabtu, 31 Januari 2026 - 08:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Padang, Prokabar – Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo melakukan kunjungan ke Bendungan Batang Kuranji, Kecamatan Pauh, Kota Padang, Jumat (30/1/2026) siang. Kunjungan ini merupakan bagian dari pendampingan penanganan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana.

Menteri PU menegaskan komitmen pemerintah pusat untuk mempercepat pembangunan kembali daerah terdampak bencana, termasuk Bendungan Batang Kuranji. Ia menyebut program rehab rekon dengan nilai sekitar Rp2 hingga 2,4 triliun saat ini masih dalam proses administrasi di Bappenas dan Kementerian Keuangan, namun pekerjaan di lapangan tetap berjalan.

Baca Juga :  KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

“Saya komit, dan ini juga arahan Bapak Presiden, daerah yang terdampak bencana harus secepat-cepatnya dibangun kembali dengan lebih baik. Pekerjaan tetap jalan, sambil proses administrasi APBN kita selesaikan,” tegas Dody Hanggodo.

Selain infrastruktur bendungan, Kementerian PU juga menyiapkan pembangunan sumur bor untuk memenuhi kebutuhan air bersih warga. Dari total rencana 212 titik, tahap awal akan direalisasikan 53 titik, dengan prioritas di permukiman serta masjid dan musala.

Baca Juga :  Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Kementerian PU siap membangun sumur bor, mau 200, 500 pun siap, tergantung data dari pemerintah kota. Sementara ini kita support penuh dengan mobil tangki air dan PDAM,” ujarnya.

Sementara itu, wakil ketua komisi VI DPR RI Andre rosiade menambahkan Kementerian Pekerjaan Umum menyiapkan anggaran sebesar Rp 13,52 triliun untuk penanganan bencana serta rehabilitasi dan rekonstruksi (rehab–rekon) di Provinsi Sumatera Barat pasca-galodo.

menegaskan bahwa dana tersebut merupakan anggaran tambahan dan tidak memotong anggaran rutin yang sudah ada.

Baca Juga :  Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Andre yang juga merupakan Ketua DPD partai Gerindra Sumbar ini juga menjelaskan bahwa seluruh anggaran rutin tetap dilaksanakan seperti perencanaan awal dan tidak dimasukkan ke dalam pos penanganan bencana. Ia menegaskan bahwa pagu reguler, termasuk irigasi, tidak ada yang berubah.

“Anggaran rutin tetap berjalan seperti biasa. Misalnya, anggaran irigasi Sumbar tahun 2026 sebesar Rp 500 miliar tetap dilaksanakan dan tidak termasuk anggaran penanganan bencana,” ujarnya. (Fky)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api
KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar
HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering
Keputusan Tim Keabsahan PORPROV Dipertanyakan, KONI Padang Pariaman Sebut Kasus Atlet Tentrem Pangestuti Belum Tuntas
Dibalut Tradisi Makan Bajamba, Malam Resepsi HUT ke-81 Sumbar Perkuat Kebersamaan dan Kolaborasi

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 09:21 WIB

KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:55 WIB

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Senin, 5 Oktober 2026 - 07:30 WIB

Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 15:13 WIB

HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering

Berita Terbaru

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB