Agam, Prokabar — Usai dikunjungi Menteri PPN/BAPENAS, dan Menteri Pariwisata Ekraf, kini giliran Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP), Wahyu Sakti Trenggono ke Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Kamis (3/6).
Melihat kondisi Danau Maninjau dan bertemu langsung Bupati Agam bersama Forkopomda beserta jajaran.
“Modelnya seperti apa, dari kami Kementerian Kelautan dan Perikanan, peralihan bagaimana rakyat petani keramba ini bergeser dari danau ke darat,” ungkapnya usai melihat dan berdiskusi dengan Bupati Agam bersama forkopimda.
Menurutnya, kondisi itu tidalah mengubah dan bisa disiasati dengan pengalihan agar penyedotan limbah yang membuat danau tercemar, bisa diatasi.
“Dan kami tadi sudah meminta Bupati Agam untuk menyediakan lahan agar pengalihan masyarakat dan petani KJA ini dari danau ke darat bisa terlaksana. Jadi tidak berubah. Bukan berarti mereka tidak bisa lagi jadi nelayan. Namun kalau ingin danau ini menjadi bersih, maka harus diistirahatkan sementara, agar proses penyedotan limbah pakan ikan dalam danau dapat terlaksana,” ujarnya.
Proses penggeseran memang harus dilakukan, terutama dari danau ke darat. Petani tetap dapat melakukan usaha perikanan namun harus beralih ke darat. Apalagi jumlahnya sudah tidak lagi sesuai kapasitas Danau Maninjau.
Sementara itu, Bupati Agam Andri Warman sangat senang dan bahagia atas tingginya perhatian Pemerintah Pusat kepada Kabupaten Agam. Terutama dalam penyelamatan dan penanganan Danau Maninjau.
“Kita sangat senang atas kehadiran tiga Menteri. Pertama Menteri KKP, kedua Menteri Pariwisata dan Ekraf, dan ketiga Menteri PPN/BAPENAS. Seiring dengan koordinasi dengan Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi (Marves), Luhut Binsar Pandjaitan, penanganan Danau Maninjau harus tuntas dan telah dianggarkan untuk penyedotan limbah pakan ikan,” terangnya.
Dukungan semua pihak termasuk masyarakat sangat diharapkan. Karena pembenahan dan pengembangan maupun pengelolaan dapat lebih maksimal.
“Kita tegaskan, kita tidak menghapuskan keramba jaring apung. Tapi kita menata agar lebih tertata dan Danau Maninjau terselamatkan. Namun sektor perikanan tetap bisa jalan dalam waktu jangka panjang. Sektor pariwisata dan pertanian pun bisa dikembangkan,” pungkasnya. (rud)
















