Mentawai Maksimalkan Potensi Industri Sagu

Penulis -

Sabtu, 24 Oktober 2020 - 09:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mentawai, Prokabar — Sesuai dengan amanat rencana pembangunan jangka menengah nasional tahun 2020-2024, Pemerintah berencana mengembangkan industri berbasis perkebunan sagu.

“Sagu sangat penting bagi keberlangsungan kehidupan masyarakat Mentawai sejak dahulu dari ujung pucuk hingga akarnya. Kehidupan masyarakat di Mentawai tidak lepas dari keberadaan komoditas pangan sagu yang juga bagian dari budaya dan ada filosofinya,” ujar Yudas Sabaggalet, Bupati Kepulauan Mentawai dilansir dari MC Mentawai, Sabtu (24/10).

Saat bersamaan Wakil Bupati Kepulauan Mentawai, Kortanius Sabeleake menekankan bahwa sagu tidak hanya ditargetkan sebagai bahan pangan nasional namun merambah ke kancah internasional, memasuki pasar pangan dunia.

Baca Juga :  Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

“Agar sagu di Mentawai bisa go nasional dan internasional tentunya perlu ditingkatkan teknologi pertanian dalam pengolahannya. Selain sumber ketahanan pangan, sagu mengandung antioksidan dan baik untuk mencegah risiko penyakit jantung,” tutur Kortanius Sabeleake.

Selanjutnya, Kepala Bappeda Mentawai, Naslindo Sirait memaparkan bahwa, sagu yang merupakan kearifan lokal memiliki potensi besar untuk mengembangkan ketahanan pangan secara luas dan potensi ekonomi.

Ia mengatakan, lahan yang tersedia di Kepulauan Mentawai setidaknya bisa mengembangkan 10.000 hektare areal perkebunan sagu, dan diperkirakan dari lahan sagu seluas 1 hektare bisa menghasilkan 20 ton (20.000 kilogram) sagu.

Baca Juga :  Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

“Potensi ekonomi industri perkebunan sagu sangat besar. Selama ini, penjualan sagu masih berupa tepung sagu basah. Seharusnya diolah menjadi tepung pati sagu yang kering,” ujar Naslindo.

Pati sagu berkualitas tinggi adalah pati yang putih, bersih, kering, dan tidak berbau. Oleh sebab itu, imbuh Naslindo, Pemerintah akan melakukan tiga intervensi yakni pada sektor agronomi/penanaman, pengolahan, dan pemasaran.

Baca Juga :  KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

“Kita coba memulai menanam dengan bibit varietas unggul. Kemudian, pemanfaatan teknologi atau mesin dalam pengolahan,” imbuh dia.

Ia menambahkan, pada pengembangan sagu juga bisa membuka peluang sektor peternakan di sekitarnya. Kemudian, limbah padat dan cair dari sagu bisa menjadi biogas/sumber energi dan pupuk.

Selanjutnya, ia berharap akan ada percontohan perkebunan sagu dari Dinas ketahanan pangan dan pertanian serta pengembangan keterampilan SDM melalui pelatihan, dan stimulasi  kewirausahaan dari dana CSR. (*)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar
HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering
Keputusan Tim Keabsahan PORPROV Dipertanyakan, KONI Padang Pariaman Sebut Kasus Atlet Tentrem Pangestuti Belum Tuntas
Dibalut Tradisi Makan Bajamba, Malam Resepsi HUT ke-81 Sumbar Perkuat Kebersamaan dan Kolaborasi
KAI dan Polda Sumbar Perkuat Kolaborasi Hadapi Potensi Ancaman Terorisme di Moda Transportasi Kereta Api

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:55 WIB

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Senin, 5 Oktober 2026 - 07:30 WIB

Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 15:13 WIB

HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering

Berita Terbaru

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB