Trending | News | Daerah | Covid-19

Ekonomi

Menkop dan UKM Teten Masduki : “Transformasi Gerakan Sosial Jadi Kewirausahaan Sosial, Wujudkan Basis Keadilan Ekonomi

Dibaca : 97

Jakarta, Prokabar — “Gerakan sosial sudah saatnya bisa bertransformasi ke dalam bentuk kewirausahaan sosial, karena inilah yang akan menjadi basis keadilan ekonomi, terutama pada saat masyarakat tengah melakukan pemulihan ekonomi di era pandemi Covid-19,” imbau Teten Masduki.

Pesan ini disampaikan Menteri Koperasi dan UKM pada acara penutupan Program Pelatihan Wirausaha berbasis kuliner bagi orang tuli, yang diselenggarakan oleh Perempuan Tangguh Indonesia (PTI). Acara yang berlangsung sejak 8 Agustus ini bekerjasama dengan Sekolah Highscope Indonesia Bintaro Care.

Menkop dan UKM juga menyatakan dukungannya terhadap program pelatihan kewirausahaan yang digagas PTI.

“Pemerintah sedang mempersiapkan sebuah kebijakan afirmatif (affirmative action policy) untuk kelompok masyarakat penyandang disabilitas, agar mereka dapat berpartisipasi dan agar terbangun sistem ekonomi inklusif sebagaimana telah diperkenalkan oleh Presiden RI,” tutur Teten.

“Sehingga program pelatihan kewirausahaan yang digagas PTI ini selaras dengan program yang dicanangkan oleh pemerintah dalam membangun sistem ekonomi inklusif ini,” tambahnya lagi.

Sebagai pencapaian dari keadilan sosial, Teten pun berharap agar bisa gerakan sosial bertransformasi menjadi kewirausahaan sosial atau social entrepreneur.

“Mengapa demikian? Agar dari gerakan sosial ini lahir kekuatan ekonomi yang pada gilirannya akan membuat gerakan sosial lebih sustainable dan berdampak pada kemajuan masyarakat. Salah satu yang harus juga diperhatikan adalah gerakan ini harus mampu memutus rantai kemiskinan pada kelompok masyarakat rentan, dengan upaya serius untuk mencegah terputusnya Pendidikan untuk anak-anak dan remaja,” bebernya.

“Saya menyambut baik upaya PTI untuk menyelenggarakan pelatihan dengan target penyandang disabilitas, karena tanpa dukungan berbagai pihak, mereka tidak akan dapat bertahan dari berbagai kompetisi yang ada dalam masyarakat,” ujar Teten menambahkan.

Koordinator Pelatihan Kewirausahaan untuk Penyandang Tuli PTI, Yenee Krisnandari menjelaskan bahwa acara ini terdiri dari serangkaian kegiatan.

Seperti, pertemuan tatap muka, penumbuhan motivasi yang disampaikan pemateri Dimas (Tuna Netra yang saat ini aktif membangun Komunitas Kartunet melalui Platfrom onlinenya), praktek bersama 2 Chef professional didukung oleh Silafara (Carter Catering), Kelas Daring dengan tema ‘Membuat Kemasan Menarik’ ala CEO Dus Duk Duk (Arief), dasar-dasar mengatur keuangan bisnis oleh Hydansyah hingga pemasaran digital yang disampaikan oleh Lil Hasnah.

“Kami mulai melakukan pemasaran dari produk teman-teman Tuli ini. Respon masyarakat untuk membeli produk mereka sangat membanggakan, terutama upaya dari ibu-ibu yang tergabung dalam PTI untuk ikut mempromosikan produk,” jelas Yenee.

“Kehadiran Pak Menteri Koperasi & UKM juga sungguh membuat teman-teman penyandang tuli menjadi sangat optimis bahwa pemerintah memperhatikan dan memberikan dukungan bagi mereka,” bangganya.

Seusai penutupan kegiatan pelatihan, acara dilanjutkan dengan sesi demo ‘Dessert Cake’ yang dipraktekkan langsung oleh Chef Ikra dari Modena. (beb)


Baca Juga :

Berani Komen Itu Baik
To Top