Menkeu Apresiasi 60 Tahun Kerjasama Bilateral Dengan Jepang

Penulis -

Kamis, 11 Oktober 2018 - 10:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Nusa Dua, Prokabar — Dalam Seminar yang diselenggarakan oleh Kementerian Keuangan (Kemenkeu) – Japan Bank for International Cooperation (JBIC) yang mengangkat tema ‘How to Mobilize Private Investment for Green Infrastructures Promoting Intraregional Connectivity’ Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati membuka dengan mengatakan ini adalah waktu yang tepat untuk membahas pembangunan infrastruktur yang ramah lingkungan.

Pada tahun 2030 dunia diperkirakan akan menghadapi dampak terhadap lingkungan atas pembangunan industri yang sangat besar.
“Berbicara tentang infrastruktur yang ramah lingkungan membawa kita pada dua tujuan akhir yang berkaitan, yaitu membuat negara makmur namun tetap dapat mengatasi dampak pertumbuhan ekonomi terhadap lingkungan,” ujarnya di Ayodya Hotel, Bali, pada Kamis (11/10).

Baca Juga :  ADPI Lakukan Kunjungan Persahabatan ke Faculty of Education, Universiti Kebangsaan Malaysia

Infrastruktur merupakan pondasi dari pertumbuhan ekonomi. Tetapi, pada saat yang sama tidak mungkin pemerintah dapat mengkompensasi perkembangan ekonomi terhadap penurunan kualitas lingkungan hidup yang dapat mengorbankan masa depan generasi muda.

“Indonesia sendiri telah mengutamakan lingkungan dan perubahan iklim pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) Nasional 2015-2019,” tukas Menkeu.

Lebih lanjut, Menkeu menyebutkan pemerintah telah mengalokasikan anggaran terkait perubahan iklim yang terus ditingkatkan. Tahun 2016 sebesar Rp73,2 triliun, tahun 2017 sebesar Rp81,8 triliun, dan ditingkat dengan tajam di tahun 2018 sebesar Rp121,45 triliun. Namun demikian, dana APBN saja tidak akan mampu mencukupi. Oleh sebab itu diperlukan investasi dari sektor swasta.

Baca Juga :  Indonesia Cetak Sejarah, Juara Perdana FIFA ASEAN Cup 2026 di Hadapan Presiden Prabowo

Satu alternatif instrumen keuangan yang telah disiapkan oleh Kemenkeu adalah Green Sukuk. Sejak diluncurkan pada awal tahun, instrumen ini telah menarik banyak investor. Penempatan dana akan digunakan pada berbagai proyek ramah lingkungan seperti energi terbarukan, transportasi public, bangunan rendah karbon, manajemen air dan sampah, dan ekowisata.

“JBIC telah menjadi partner kerja Indonesia yang strategis. JBIC telah memberikan sebuah kerjasama yang sangat baik terkait kapasitas teknik di bidang pembiayaan infrastruktur,” katanya di acara yang juga memperingati 60 tahun kerjasama Bilateral Indonesia dengan Jepang ini.

JBIC, lanjutnya, telah berkontribusi pada pembiayaan proyek infrastruktur di Indonesia dalam pembangunan pembangkit listrik, kereta api, maupun jalan tol. Pemerintah sangat menghargai komitmen dan perkembangan yang sangat bagus dari proyek-proyek JBIC.

Baca Juga :  ADPI Lakukan Kunjungan Persahabatan ke Faculty of Education, Universiti Kebangsaan Malaysia

Pemerintah pun akan terus meningkatkan kerjasama ini dan menjadikan JBIC rekan kerja yang penting dalam pembangunan infrastruktur yang ramah lingkungan.

Sebagai penutup, Menkeu mengatakan bahwa tidak akan ada satu jenis pembiayaan ramah lingkungan yang cocok di semua negara. Setiap kebijakan serta pilihan investasi harus mampu memenuhi kebutuhan negara tersebut. Dan pada kesempatan ini Menkeu mengharapkan adanya ide-ide inovasi pembiayaan yang mampu membuka berbagai keuntungan dari infrastruktur ramah lingkungan yang mampu memberikan manfaat jangka panjang. (Rel/hdp)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Indonesia Cetak Sejarah, Juara Perdana FIFA ASEAN Cup 2026 di Hadapan Presiden Prabowo
ADPI Lakukan Kunjungan Persahabatan ke Faculty of Education, Universiti Kebangsaan Malaysia
Perkuat Ekosistem Digital Aviasi, IAS Hadirkan Layanan Airport Assistance Joumpa di wondr by BNI
Rahmat Saleh Salurkan Bantuan Tanggap Darurat untuk Korban Galodo di Solok
Calon Ketua Umum DPP AMPI Zigo Rolanda Perkuat Silaturahmi dengan Kader Sumut
Jelang Muktamar Muhammadiyah, 10 PWM Sepakati Risalah Bukitinggi
Rahmat Saleh Dorong Keterbukaan Tata Niaga Impor Gula
ADPI Sukses Launching IADP melalui Technical Guidance Book Chapter Writing – Springer.

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 14:08 WIB

Indonesia Cetak Sejarah, Juara Perdana FIFA ASEAN Cup 2026 di Hadapan Presiden Prabowo

Senin, 5 Oktober 2026 - 17:39 WIB

ADPI Lakukan Kunjungan Persahabatan ke Faculty of Education, Universiti Kebangsaan Malaysia

Rabu, 30 September 2026 - 17:37 WIB

Perkuat Ekosistem Digital Aviasi, IAS Hadirkan Layanan Airport Assistance Joumpa di wondr by BNI

Rabu, 23 September 2026 - 10:46 WIB

Rahmat Saleh Salurkan Bantuan Tanggap Darurat untuk Korban Galodo di Solok

Selasa, 22 September 2026 - 12:04 WIB

Calon Ketua Umum DPP AMPI Zigo Rolanda Perkuat Silaturahmi dengan Kader Sumut

Berita Terbaru

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB