Menilik Layanan Okupasi Terapi di Semen Padang Hospital

Penulis -

Rabu, 27 Oktober 2021 - 13:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Padang, Prokabar- Semen Padang Hospital (SPH) terus berupaya menyediakan kebutuhan dan fasilitas terbaik untuk masyarakat, salah satunya layanan okupasi terapi. Okupasi Terapi sendiri merupakan terapi yang menggunakan aktivitas kehidupan sehari-hari sebagai media terapinya, seperti latihan repetitif meremas bola untuk menambah kekuatan dan massa otot, latihan memindahkan cone untuk menambah luas Lingkup Gerak Sendi.

Bukan hanya secara fisik dan mental pasien yang diterapi, Okupasi Terapi juga menganalisis lingkungan (arsitektur dan letak furnitur rumah, lingkungan sosial, lingkungan kerja, dll).

Baca Juga :  Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

Salah satu petugas Okupasi Terapi, Veny Prima Safitri A. Md. OT mengatakan, layanan ini tentunya memberikan hal terbaik dalam meningkatkan okupasi/pekerjaan sebagai medianya.

“Sesuai bahasanya, Okupasi berarti pekerjaan, sehingga dalam hal ini ada tiga komponen yang mendukungnya, yakni aktivitas, produkfitas dan bersantai. Kalau bermasalah salah satu dari tiga hal itu, maka akan di rujuk ke Layanan Okupasi Terapi,” katanya saat dihubungi, Selasa, 26 Oktober 2021.

Baca Juga :  KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

Okupasi Terapi juga mengedukasi tentang langkah promotif, preventif, rehabilitatif, dan sebagainya kepada pasien dan keluarga, serta masyarakat.

Ia mengatakan, layanan ini memungkinkan individu untuk berperan serta dalam aktivitas keseharian. Dalam memberikan pelayanan kepada individu, Okupasi Terapi memerhatikan aset (kemampuan/potensi) dan limitasi (keterbatasan/”kecacatan”) yang dimiliki individu, dengan memberikan aktivitas yang purposefull (bertujuan), meaningfull (bermakna), dan disenangi.

Baca Juga :  Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

“Misal hobi agar pasien merasa senang dan nyaman selama melakukan terapi. Diharapkan individu tersebut dapat mencapai kemandirian dalam aktivitas produktivitas/pekerjaan atau pendidikan (seperti bekerja), kemampuan perawatan diri/selfcare (seperti : menyikat gigi, mandi, BAB/ BAK, dll) dan kemampuan penggunaan waktu luang/ leisure (melakukan hobi seperti berkebun, menjahit, menyulam),” jelasnya.

Layanan Okupasi Terapi SPH buka dari Senin sampai Jumat dari pukul 17.00 hingga 21.00 WIB dan Sabtu dari pukul 09.00-16.00 WIB. (eym)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar
HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering
Keputusan Tim Keabsahan PORPROV Dipertanyakan, KONI Padang Pariaman Sebut Kasus Atlet Tentrem Pangestuti Belum Tuntas
Dibalut Tradisi Makan Bajamba, Malam Resepsi HUT ke-81 Sumbar Perkuat Kebersamaan dan Kolaborasi
KAI dan Polda Sumbar Perkuat Kolaborasi Hadapi Potensi Ancaman Terorisme di Moda Transportasi Kereta Api

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:55 WIB

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Senin, 5 Oktober 2026 - 07:30 WIB

Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 15:13 WIB

HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering

Berita Terbaru

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB