Agam, Prokabar – Hampir tidak ada orang Indonesia yang tidak mengenal keelokan alam Danau Maninjau. Namun keindahan itu akan semakin memukau saat berada di Puncak Lawang, sebuah negeri di atas awan nan sejuk.
Pesona destinasi ini sudah ada dari masa penjajahan Belanda. Sejak dulu, Puncak Lawang sudah dimanfaatkan sebagai lokasi rekreasi wisata.
Sekitar 1990-an, objek wisata ini semakin digiatkan pemerintah daerah untuk peningkat perekonomian masyarakat. Akses jalan semakin ditingkatkan sehingga wisatawan nasional dan mancanegara semakin senang ke lokasi tersebut.
Hendri bersama dua orang anak dan istrinya mengaku kepada Prokabar.com, sudah 4 kali berkunjung ke Puncak Lawang. Ia mengaku senang dan bahagia menikmati puncak negeri di atas awan Sumbar tersebut.
“Untuk sekeluarga kami perdana hari ini ke sini. Sedangkan sebelumnya, sudah 4 kali berkunjung dan menikmati indahnya panaroma dari Puncak Lawang ini,” kata Hendri.
Dengan adanya peningkatan fasilitas seperti terlihat saat ini lanjutnya, jelas akan semakin memanjakan pengunjung berlibur ke sini. “Dan kami akan semakin senang lagi ke sini,” ungkapnya lagi.
Mukhlis, Pengelola Wisata Puncak Lawang mengatakan saat ini lebih 100 orang pemuda dan pemudi bekerja di sini. Para Ibu rumah tangga mampu memanfaatkan peluang dengan berjualan di sekitar jalan utama dan banyak disinggahi wisawatan.
“Wisatawan rata-rata dari dalam Sumatra Barat, Riau, Medan, Malaysia dan Jakarta. Mereka rata-rata sangat senang dan puas berkunjung menikmati alam di sini,” tuturnya.
Puncak Lawang terus menggeliat setelah investor putra daerah membangun berbagai fasilitas yang tertata rapi dan bersih. Mushala, toilet, berbagai permainan seperti Flying Fox, Paralayang, Out Bound serta Camping Ground.
“Setiap bulan pengunjung mencapai 4 ribu jiwa. Mereka menikmati panaroma Danau Maninjau dari ketinggian dipenuhi kabut awan nan sejuk ini,”terangnya lagi.
Kami selaku putra daerah akan berusaha memberikan pelayanan terbaik kepada pengunjung. Dan dalam waktu dekat ini, Puncak Lawang akan memiliki Penginapan disertai sarana lengkap lainnya.
Destinasi wisata Puncak Lawang didukung beragam keunikan sejarah dan keramahtamahan masyarakat. Nagari Lawang, Kecamatan Matur, Kabupaten Agam ini juga terdapat keunggulan selain keindahan alammnya.
Terdapat sejumlah kilang kayu pengolah gula merang tradisional serta puluhan hektar tebu. “Dan pengunjung sangat menikmati ilmu pengetahuan unik dari masyarakat. Selain itu, ada pula yang sudah memanfaatkan buah Lebu sebagai cendramata kuliner khas Matur,” kata Mukhlis.
Untuk masuk ke Objek Wisata Puncak Lawang, pengunjung cukup membayar uang masuk Rp15 ribu perorang di hari biasa. Sedangkan dihari libur Rp20 ribu perorang. Setelah itu, wisatawan bisa sepuasnya menikmati pesona destinasi alam kaldera Maninjau dengan ukuran 132 km. Dengan menghirup udara sejuk sisa letusan pegunungan tersebut. (rud)
















