Daerah

Menikmati Kawa Daun Di Panaroma Puncak Bukit Malalak

Malalak, Prokabar – Mentari bersinar indah diantara Gunung Singgalang dan Tandikek. Sementara itu, embun pagi menyejukan, disertai udara segar melegakan paru disetiap nafas. 

Keindahan alam dengan pemandangan hijau, terlihat indah di hamparan luas Panaroma Puncak Bukit Malalak. Lokasi itu disebut juga Pintu Angin Malalak. Salah satu destinasi baru, tempat persinggahan pengguna jalan yang melalui jalur alternatif Malalak.

Di sekitar lokasi terdapat beberapa pondok minuman. Tapi ada satu pondok yang paling menarik untuk disinggahi. Pondok Kawa Daun Sutan Marajo. Satu-satunya kedai yang menyediakan Kawa Daun yang sudah terkenal dari daerah Darek tersebut.

Pemilik kedai bernama Romi (31). Ia tinggal di Jorong Limo Badak, Nagari Malalak Timur, Kecamatan Malalak. Ia bersama Bapak dan Saudaranya sengaja mendirikan pondok itu, sebagai ladang usaha perekonomian mereka. Berharap dapat meningkatkan kesejahteraan hidup keluarga kecil tersebut.

Romi menjelaskan usaha tersebut sudah dimulai dua tahun lalu. Awalnya Ia hanya menjual minuman kedai kebanyakan. Namun setelah mendapat saran dari kakak iparnya Sutan Marajo, Kawa Daun menjadi menu utama dan paling menarik kunjungan.

“Dua tahun belakang usaha ini kami mulai. Setelah mendapat ide dari suami kakak, kami mulai menjual Kawa Daun. Daun Kopi pilihan ini berasal dan rutin dibawa kakak ipar dari Batusangkar. Dan Alhamdulillah, pelanggan kami sudah mulai banyak,” ungkapnya.

Di Malalak ini dingin, Jadi cocoklah kita jual Kawa Daun. Selain hangat dan enak, juga bagus untuk kesehatan lanjutnya. 

“Di hari biasa pelanggan khusus memesan Kawa Daun mencapai 25 orang. Sedangkan di hari libur, mencapai 50 hingga ratusan orang,” katanya.

Untuk satu sajian minuman, Ia menjual Kawa Daun seharga Rp4 ribu. Bila dicampur susu kental, seharga Rp5 ribu rupiah. “Alhamdulillah, kalau saat libur itu pengunjung cukup ramai,” pungkasnya. (rud)

Baca Juga :

Berani Komen Itu Baik
Loading...
To Top