Trending | News | Daerah | Covid-19

Daerah

Mengungkap Fakta Pantai Torpedo, Begini Sejarahnya

Dibaca : 219

Agam, Prokabar — Pantai Torpedo salah satu nama daerah yang terletak di Jorong Ujuang Labuang, Nagari Tiku, Limo Jorong, Kecamatan Tanjung Mutiara, Kabupaten Agam, Sumatra Barat. Al kisah, dinamakan Pantai Torpedo karena pada tahun 1945 terjadi perang laut, antara Jepang dan Sekutu.

Torpedo sendiri merupakan salah satu alat perang dunia ke II yang digunakan Jepang. Sejenis meriam untuk membombardir musuh-musuhnya. Termasuk melawan para pejuang dan pahlawan Republik Indonesia.

“Pada masa penjajahan Jepang pada 1945, mereka ingin menghancurkan para pejuang kita yang melakukan gerilya. Dan banyak para pejuang mengungsi ke Ujuang Labuang, karena dianggap lokasi paling aman untuk bersembunyi. Namun akhirnya, Tentara Jepang berhasil mengetahui keberadaan para pejuang kita. Dan secara membabi-buta, melepas tembakan meriam torpedo ke arah perkampungan Ujung Labuang,” ungkap Rido Alfa, Ketua Pemuda Jorong Ujuang Labuang, saat dijumpai Prokabar.com, Selasa (7/7).

Meski serangan bombardir Torpedo telah dilepaskan dan mengarah pada tempat persembunyian para pejuang kita lanjutnya, namun tidak pernah sampai dan mengarah kepada para pejuang. “Alhamdulillah, semua serangan meriam Torpedo Tentara Jepang itu, tidak pernah mengenai tempat persembunyian para pejuang kita. Sasaran hanya mengenai tebing di tepi pantai. Sejak saat ini, masyarakat mengenal daerah ini Pantai Torpedo,” terangnya.

Sekarang, Pantai Torpedo diabadikan dengan pembangunan destinasi wisata baru. Dibangun dan aset dari Balai Wilayah Sungai (BWS) Wilayah V Direktorat Sumber Daya Air Kementerian PUPR.

Pembangunan dimulai sejak 2017 tuntas dan tuntas pada 2019 lalu. Meski demikian, masih menyisakan sejumlah kelengkapan sarana seperti sumber air bersih serta sejumlah kelengkapan sarana lainnya.

“Saat ini, kami dari pemuda berupaya melakukannya pengelolaan secara swadaya. Berharap dapat terus terpelihara. Sehingga selain dapat meningkatkan perekonomian kami melalui pariwisata, juga dapat terus mengabadikan sejarah perjuangan nenek moyang kita melawan penjajahan Jepang,” pungkasnya. (rud)


Baca Juga :

Berani Komen Itu Baik
To Top