Jakarta, Prokabar – Sejak menikah dengan Zaskia Sungkar, 2010 lalu, kehidupan penyanyi yang juga pemain film ini berubah. Irwansyah memulai usaha bisnis kue khas Medan, Sumatera Utara prokabar.combernama Napoleon.
Pemeran Farel di film Heart ini memilih berbisnis dibanding bergelut di dunia yang telah membesarkan namanya.
“Sebenarnya aku sedang fokus di dunia bisnis karena aku yakin ini jalan Allah. Aku bukannya stop syuting atau entertain, tapi memang Allah lagi ngarahin aku ke sini (bisnis),” aku Irwansyah kepada prokabar.com Selasa (3/7) sore.

Mulai dari bisnis kue dan diikuti teman artisnya di J-Corp, Irwansyah mengembangkan bisnis travel umroh bernama Jannah Travel. Karena kesibukannya itu, Irwansyah sampai menolak tawaran syuting film atau sinetron.
“Tawaran syuting Alhamdulillah masih banyak sebenarnya. Main sinetron, film dan nyanyi cuma aku harus milih. Kalau aku pilih sinetron berarti aku nggak bisa jaga kandang (kantor),” akunya.

Alasan pria kelahiran 6 Maret 1985 ini memilih fokus karena kekhawatiran akan tanggungjawab. “Kalau nggak terjun langsung itu justru bahaya. Soalnya uang jamaah itu kan besar takut disalahgunakan. Kalau aku ikut terjun pasti tahu pengeluaran,” beber Irwansyah.
Apalagi banyaknya kasus travel bermasalah yang merugikan banyak jamaah membuat Irwansyah teliti dalam berbisnis. “Aku sama teman-teman kerjanya nothing to loose aja. Kita berusaha seamanah mungkin. Kalau memang orang kita daftar, kita harus urus tiket, hotel dan lain-lainnya,” sebutnya.
Sepanjang bisnisnya, Irwansyah memahami apa yang menjadi kekurangan travel lain yang berbuat curang. “Kita sudah pelajari semuanya dan tahu apa kesalahan yang terjadi. Jadi kita takan melakukan hal yang sama,” tambahnya lagi.
Dibanding bergelut di dunia entertain, dunia bisnis Irwansyah mengalami tantangan. Dari nol, Irwansyah belajar banyak dari teman-teman pebisnis yang baru dikenalnya. “Sama seperti dunia film ada belajarnya di lapangan yaitu lokasi syuting. Kalau di bisnis ada teman-teman pengusaha yang melibatkan aku langsung,” tutur Irwansyah.

Tingkat kesulitannya seperti apa? “Sama-sama sulit, jika akting kita harus menjadi karakter baru dan membuang identitas Irwansyah serta menjadi orang lain. Kalau di bisnis, kita harus menunjukan diri kita sebagai pemimpin. Kita orang seperti apa sih, karakternya harus ditunjukin lewat bisnis,” jawabnya.
Tak menutupi kerinduan akting di depan kamera, Irwansyah rindu bersama kru di lokasi syuting. “Pasti kangen dengan suasana di lokasi syuting bareng teman dan kru. Tapi aku enjoy sekarang terbiasa dengan jam kantor dan memberi contoh pada karyawan lain,” pungkasnya. (beb)
















