Menggali Situs Dan Sejarah Ulama, Ini yang Dilakukan KPGH TJ

Penulis -

Minggu, 12 Mei 2019 - 08:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sungai Batang, Prokabar — Catatan sejarah ulama di sejumlah daerah rata-rata mulai tidak menarik bagi generasi muda. Bahkan banyak situs-situs peninggalan sejarah dahulu itu tidak terurus sebagai mana mestinya. Padahal situs itu dapat dimanfaatkan sebagai wisata edukasi, sejarah dan reliqius (halal tourism).

Melalui pemikiran tersebut sekelompok pemuda di kampung halaman Buya Hamka atau yang tergabung dalam Komunitas Pemuda Generasi Hamka Tanjung Raya (KPGH TJ), bersatu untuk membangkitkan kembali sejarah ulamanya. Berharap dapat mengembalikan kejayaannya dan meningkatkan segala aspek kehidupan masyarakat. Mereka sadar melalui pendekatan Agama, segala pengaruh buruk dapat terbentengi.

Sebelumnya, mereka telah berhasil membersihkan sebuah jenjang sangat bersejarah di Tanjung Raya. Jenjang atau jalan satu-satunya menuju pelosok perkampungan Data Kampung Dadok, Kampung Tangah, Tanah Sirah, Tanjung Sani, Batung Panjang, dan Batung Ajung.

Selanjutnya, mereka juga mendalami sejarah Makam Inyiak D-R beserta Kutubchanah beserta manuskrip karya Ayah Buya Hamka tersebut. Inyiak D-R atau Haji Abdul Karim Amrullah (Haka), diketahui lahir Ahad, 17 Safar 1296 Hijriah atau 10 Februari 1879 Masehi. Meninggal di Jakarta, 2 Juni 1945 dalam usia 67 tahun.

Baca Juga :  101 Tukang di Bengkulu Selatan Ikuti Sertifikasi Kompetensi yang Digelar PT Semen Padang

Berdasarkan permintaan pihak keluarga, makam Muhammad Rasul itu dipindahkan dari Jakart ke depan Kutubchanah, tempat ia biasa membaca, berfikir dan berkarya di Muara Pauh, Jorong Batung Panjang, Nagari Sungai Batang, Agam.

Penelusuran kemudian berlanjut ke Makam Syekh Guguk Katur dan Syekh Muhammad Amrullah di Jorong Nagari (Sungai Batang). Di Makam Syekh Guguk Katur melalu perbukitan kecil. Dan terukir nama Abdullah Saleh di menhir tersebut. Tertera pula 17 Muharam 1285 Hijriah dengan aksara jawi atau arab melayu.

Sekitar 100 meter dari makam Syekh Guguk Katur, menuju sebuah masjid tua terdapat pula makam. Merupakan makam Syekh Muhammad Amrullah. Menurut Buya Hamka di Buku Ayahku, Syekh Tuanku Kisa’i itu lahir pada Bulan Rajab 1256 Hijriah. Meninggal pada Rabi’ul Akhir 1325 Hijriah atau tahun 1907 Masehi dalam usia 79 tahun.

“Kami sangat semangat untuk menggali lagi sejarah ulama besar ini. Catatan sejarahnya seperti tidak ada tersisa dan tidak dipedulikan banyak orang. Padahal nama besar tersebut bernaung hebat di negara-negara mayorita Islam di Asia dan Timur Tengah sana.” ujar Rudi, Koordinator KPGH Tanjung Raya.

Baca Juga :  Tak Lagi Sekadar Biji Kopi, Kopi Bantjah Kini Diolah Jadi Produk Bernilai Tambah

Sementara itu, Fajri, Wakil Koordinator sekaligus pemuda setempat mengungkapkan semangat itu tumbuh didasari dorongan Camat Tanjung Raya, Handria Asmi, digagas seorang jurnalis asal Padang.

“Di sini kita sudah berada di Makam Guguk Katur. Buyut dari Buya Hamka dan sangat disegani ulama serta tokoh masyarakat pada saat itu,” ungkap Fajri saat besrkunjung dan berada di Makam Guguk Katur.

Usai di Makam Abdullah Saleh, Komumitas diwakili 5 orang pemuda itu melanjutkan tujuan ke Makam Syekh Muhammad Amrullah. Namun perjalanan tersebut sangat beruntung. Pasalnya, salah satu tokoh besar bernama Angku Yus Datuak Perpatih berada di rumahnya yang sangat dekat di makam kakek Buya Hamka tersebut.

“Saya juga tidak terlalu banyak mengetahui betul sejarah Syekh Guguk Gatur. Akan tetapi catatan sejarahnya dapat kita dapati di Buku Ayahku karya Buya Hamka,” terangnya.

Namun meski demikian lanjutnya, beliau penganut paham tarikat yang suka berkhalawat. Salah satu sosok tokoh yang menguasai adat Istiadat Minangkabau. “Beliau seringkali menjadi penasihat dan menuntaskan pertikaian sesuatu kaum atau kelompok,” tuturnya.

Baca Juga :  KAI Divre II Sumbar Hadirkan Layanan Kesehatan Gratis dan Kacamata bagi Masyarakat Kampung Jua

Setelah mendapat wejangan dari Angku Yus Datuak Parpatih, keesokannya, perjalanan dilanjutkan ke Surau Tuo Inyiak D-R di Kampuang Kabun, Batuang Panjang. Di sana pihak suku Jambak telah merencanakan rehap surau. Di samping surau itu, terdapat rumah gadang kaum suku Jambak, garis keturunan Inyiak Rasul tersebut. “Hanya Satu Rumah yang di Huni, satu lagi sudah tidak ditempati,” sebut Ardiansyah Dt. Rajo Ameh, salah satu pemuka suku Jambak tersebut.

Di Jorong Batung Panjang dengan empat tapian (setingkat RT) ini, terdapat banyak situs berupa makam, rumah gadang, rumah tua, surau serta beberapa tempat ulama masalalu beraktifitas di luar bangunan. “Sangat kita sayangkan, situs tersebut terlupakan dan hampir punah. Padahal dapat membawa keberkahan untuk semua masyarakat. Selain memperdalam sejarah dan peningkatan keimanan serta ketaqwaan kepada Allah SWT, juga mampu membawa keberkahan peningkatan ekonomi. Dengan menjadikannya sebagai objek kunjungan wisata reliqius,” pungkas Fauzi, Ketua Harian KPGH didampingi Firman dan Akhyar. (rud)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

KAI Divre II Sumbar Hadirkan Layanan Kesehatan Gratis dan Kacamata bagi Masyarakat Kampung Jua
Perbaikan Intake Gou Kuranji Dikebut, Diperkirakan Tuntas Hari Ini
Kabut Asap Kiriman Kembali Menyelimuti Maninjau
Tak Lagi Sekadar Biji Kopi, Kopi Bantjah Kini Diolah Jadi Produk Bernilai Tambah
101 Tukang di Bengkulu Selatan Ikuti Sertifikasi Kompetensi yang Digelar PT Semen Padang
Hujan Deras Picu Gangguan Pelayanan Air Minum, Sejumlah Intake Perumda Air Minum Kota Padang Terdampak
Sambut HUT ke-26, FKIKSP Salurkan Bantuan Rp10,23 Juta untuk Panti Asuhan Al Hurul Ain
BPBD Padang Evakuasi Warga Terdampak Banjir di Kampung Apa Koto Tangah

Berita Terkait

Selasa, 13 Oktober 2026 - 20:02 WIB

KAI Divre II Sumbar Hadirkan Layanan Kesehatan Gratis dan Kacamata bagi Masyarakat Kampung Jua

Selasa, 13 Oktober 2026 - 14:36 WIB

Perbaikan Intake Gou Kuranji Dikebut, Diperkirakan Tuntas Hari Ini

Selasa, 13 Oktober 2026 - 07:31 WIB

Kabut Asap Kiriman Kembali Menyelimuti Maninjau

Senin, 12 Oktober 2026 - 19:19 WIB

Tak Lagi Sekadar Biji Kopi, Kopi Bantjah Kini Diolah Jadi Produk Bernilai Tambah

Minggu, 11 Oktober 2026 - 10:32 WIB

101 Tukang di Bengkulu Selatan Ikuti Sertifikasi Kompetensi yang Digelar PT Semen Padang

Berita Terbaru

filter: 0; fileterIntensity: 0.0; filterMask: 0; hdrForward: 0; module: photo;hw-remosaic: false;touch: (-1.0, -1.0);sceneMode: 0;cct_value: 0;AI_Scene: (-1, -1);aec_lux: 0.0;aec_lux_index: 0;HdrStatus: auto;albedo:  ;confidence:  ;motionLevel: -1;weatherinfo: null;temperature: 30;

Daerah

Kabut Asap Kiriman Kembali Menyelimuti Maninjau

Selasa, 13 Okt 2026 - 07:31 WIB