Mengenal Sastrawan Muda Asal Pariaman, Mardhiyan

Penulis -

Selasa, 24 Juli 2018 - 16:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pariaman, Prokabar – Belum banyak orang tahu, sosok wanita muda cantik berhijab asal Kota Pariaman, Sumatra Barat ini adalah seorang novelis dan Mahasiswa Pasca Sarjana Universitas Indonesia. Dia bernama Mardhiyan Novita M. Z. (24), tamatan Sarjana Strata Satu Universitas Gajah Mada Yogyakarta.

Sekitar 3 Buku Novel tunggal karyanya sendiri sudah beredar di berbagai toko buku di Sumatra Barat dan di beberapa pulau Jawa. Serta beserta belasan Buku Antologi puisi bersama murid binaanya di Club Sahara.

Baca Juga :  Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Buku tersebut diantaranya seperti Novel “Penyair Merah Putih”, Mahar Cinta Gandoriah, Antologi Cerpen Budaya dan Pariwisata Pariaman “Ranah Surga Mendayu Senja”.

Hebatnya, Novel Penyair Merah Putih sempat dikupas berbagai sastrawan di Malaysia. “Hampir sebulan penuh, saya berkesempatan memaparkan novel tersebut sekaligus dikupas oleh senior sastrawan atau novelis asal Negeri Jiran dan Indonesia di sana,” kata Iyan, panggilan akrap Istri dari seorang Hakim tersebut.

Baca Juga :  Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Mardhiyan Novita menulis berawal pelatihan dari Pak Taufik Ismail di Rumah Puisi sejak kelas I SMA (2008) lalu. Sejak itu ia terus menggali kemampuannya hingga berhasil melahirkan Sebuah Novel. Bahkan melanjutkan perkuliahan di Sastra Indonesia , UGM dan Ilmu Sastra di Pasca Sarjana UI.

Iyan sendiri anak dari pasangan Marionis (55 tahun) dan Zaisyam (47). Ia anak pertama dari empat bersaudara. Ia tinggal di Perumahan Fahri Sindo, Kampuang Kandang, Pariaman Timur. Wanita cantik ini pernah menempuh pendidikan di SD 08 Kampung Pondok, MTSN Model Pariaman, MAN MADK Padang Panjang, UGM dan sekarang UI. Kedua orang tuanya berasal dari VII Koto Sungai Sariak, Kabupaten Padang Pariaman, Sumbar.

Baca Juga :  KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

Saat ini ia fokus membimbing 75 orang adik-adik pelajar SMP dan SMA di Club Sahara. Untuk lebih lanjut, selain mengembangkan peduli literasi di sekolah, juga berharap ke tengah masyarakat. (rud)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api
KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar
HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering
Keputusan Tim Keabsahan PORPROV Dipertanyakan, KONI Padang Pariaman Sebut Kasus Atlet Tentrem Pangestuti Belum Tuntas
Dibalut Tradisi Makan Bajamba, Malam Resepsi HUT ke-81 Sumbar Perkuat Kebersamaan dan Kolaborasi

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 09:21 WIB

KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:55 WIB

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Senin, 5 Oktober 2026 - 07:30 WIB

Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 15:13 WIB

HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering

Berita Terbaru

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB