Medan, Prokabar – Kelompok penjahat jalanan, begal, rampok dan curanmor dI Kota Medan, dapat dipastikan tengah dilanda kabar buruk, sejak Sabtu (28/5) lalu. Apa sebab?
Ruang gerak serta perjalanan kelamnya, ternyata tengah dibuntuti tanpa kendor oleh pasukan khusus pemburu bandit, yang dibentuk Kapolrestabes Medan Kombes Pol Dadang Hartanto dan Wakapolreatabes AKBP Bagus Suropratomo.
Pasukan khusus ini, terdiri dari ratusan personil reskrim Polrestabes dan Polsek-Polsek. Mereka dibagi dalam 29 tim. Bergerak di setiap sudut dan ruang. Misinya jelas: Medan, jantung pulau Sumatera harus aman dan nyaman!
“Nama timnya, penindak gangguan khusus (Pegasus). Terutama terkait tindak pidana 3C (curas, curat dan curanmor),” kata Wakapolrestabes Medan, Polda Sumut AKBP Bagus Suropratomo, kepada Prokabar Sabtu (2/6).
Sekedar mengingatkan, Pegasus 3C juga pernah dibentuk AKBP Bagus, saat menjabat Kapolres Pariaman, Polda Sumbar. “Atas arahan bapak Kapolrestabes Medan, kemarin, kami merancang suatu metode penanggulangan gangguan khusus 3C,” sambung Bagus.

Mantan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) itu mengaku, Tim Pegasus 3C dibentuk untuk mengatasi gangguan keamanan dan menjaga ketertiban dan keamanan masyarakat se wilayah hukum Polrestabes Medan, ibukota Sumatera Utara.
“Secara resmi, Tim Pegasus 3C ini kemarin dikukuhkan bapak Kapolrestabes. Personel yg dilibatkan ada 29 tim (reskrim polres dan polsek), dan terdiri dari 174 personel,” sambung Bagus Suropratomo, alumnus Akpol 1998 yang dikenal berpengalaman di dunia reserse itu.
Adapun sistem yang digunakan tim pegasus 3C, adalah sistem hunting dengan cara berpatroli di daerah dan wilayah rawan pencurian dengan kekerasan (curas), pencurian dengan pemberatan (curat) dan pencurian kendaraan bermotor (curanmor).
PERIKSA BADAN DAN KENDARAAN
Tidak main-main, Kapolrestabes dan Wakapolrestabes, telah memerintahkan Kasatreskrim dan jajaran Tim Pegasus 3C untuk melakukan pemeriksaan thdp orang-orang yang dicurigai.
“Misal, ada yang dicurigai sebagai terduga pelaku kejahatan 3C, atau narkoba, ya langsung dilakukan pemeriksaan terhadap kendaraan dan badan,” jelas Wakapolrestabes.
Terbukti, hasil yang sudah dicapai setelah 4 hari Pegasus dibentuk Kapolrestabes, membuahkan hasil gemilang. “Tim mengamankan 8 orang yang diduga sebagai pelaku pencurian dengan kekerasan (curas), begal dan jambret,” tukuk Bagus Suropratomo.

Selain itu, tim juga mengamankan hampir 30 unit kendaraan bermotor roda dua tanpa dokumen resmi. “Dicurigai, motor tersebut, adalah hasil tindak pidana,” sambung Wakapolrestabes, didampingi Kasatreskrim AKBP Putu Yudha Prawira.
Tidak itu saja, tim Pegasus 3C juga mendapatkan alat bukti narkoba, berula beberapa kantong kecil sabu sabu dan
mengamankan berapa macam senjata tajam.
“Operasi Pegasus ini, akan kita lakukan rutin setiap hari. Tentatif jadwal dan lokasi, yang disesuaikan dengan anailisis trend waktu yang kita kaji secara komprehensif termasuk, berbagai info dan grafik kecenderungannya,” jelas Wakapolrestabes.
INGATKAN PENJAHAT
Wakapolrestabes Bagus dengan tegas mengingatkan penjahat, untuk tidak mencoba-coba beraksi di Kota Medan. “Saya pastikan, mereka (penjahat,-red) akan berhadapan dengan tim Pegasus. Percayalah, Polrestabes tidak akan membiarkan kejahatan menang, kita akan tindak, kita bereskan. Ini sudah perintah bapak Kapolrestabes demi Kota Medan aman dan nyaman, ” jelas Bagus Suropratomo.

Terakhir kata Bagus Suropratomo mewakili Kapolrestabes Kombes Dadang Hartanto, saat ini Sumut menghelat Pilkada serentak 2018. “Kita tidak ingin, pesta demokrasi tercederai oleh praktik kejahatan,” demikian Bagus. (Vbm)
















