Mengenal Pegasus 3C, Pasukan Pemburu Bandit di Jantung Sumatera

Penulis -

Sabtu, 2 Juni 2018 - 10:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Medan, Prokabar – Kelompok penjahat jalanan, begal, rampok dan curanmor dI Kota Medan, dapat dipastikan tengah dilanda kabar buruk, sejak Sabtu (28/5) lalu. Apa sebab?

Ruang gerak serta perjalanan kelamnya, ternyata tengah dibuntuti tanpa kendor oleh pasukan khusus pemburu bandit, yang dibentuk Kapolrestabes Medan Kombes Pol Dadang Hartanto dan Wakapolreatabes AKBP Bagus Suropratomo.

Pasukan khusus ini, terdiri dari ratusan personil reskrim Polrestabes dan Polsek-Polsek. Mereka dibagi dalam 29 tim. Bergerak di setiap sudut dan ruang. Misinya jelas: Medan, jantung pulau Sumatera harus aman dan nyaman!

“Nama timnya, penindak gangguan khusus (Pegasus). Terutama terkait tindak pidana 3C (curas, curat dan curanmor),” kata Wakapolrestabes Medan, Polda Sumut AKBP Bagus Suropratomo, kepada Prokabar Sabtu (2/6).

Sekedar mengingatkan, Pegasus 3C juga pernah dibentuk AKBP Bagus, saat menjabat Kapolres Pariaman, Polda Sumbar. “Atas arahan bapak Kapolrestabes Medan, kemarin, kami merancang suatu metode penanggulangan gangguan khusus 3C,” sambung Bagus.

Kapolrestabes Medan Kombes Pol Dadang Hartanto dan Wakapolrestabes AKBP Bagus Suropratomo, menyalami tim Pegasus 3C usai pembentukan Sabtu (28/5). Ist

Mantan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) itu mengaku, Tim Pegasus 3C dibentuk untuk mengatasi gangguan keamanan dan menjaga ketertiban dan keamanan masyarakat se wilayah hukum Polrestabes Medan, ibukota Sumatera Utara.

“Secara resmi, Tim Pegasus 3C ini kemarin dikukuhkan bapak Kapolrestabes. Personel yg dilibatkan ada 29 tim (reskrim polres dan polsek), dan terdiri dari 174 personel,” sambung Bagus Suropratomo, alumnus Akpol 1998 yang dikenal berpengalaman di dunia reserse itu.

Adapun sistem yang digunakan tim pegasus 3C, adalah sistem hunting dengan cara berpatroli di daerah dan wilayah rawan pencurian dengan kekerasan (curas), pencurian dengan pemberatan (curat) dan pencurian kendaraan bermotor (curanmor).

PERIKSA BADAN DAN KENDARAAN

Tidak main-main, Kapolrestabes dan Wakapolrestabes, telah memerintahkan Kasatreskrim dan jajaran Tim Pegasus 3C untuk melakukan pemeriksaan thdp orang-orang yang dicurigai.

“Misal, ada yang dicurigai sebagai terduga pelaku kejahatan 3C, atau narkoba, ya langsung dilakukan pemeriksaan terhadap kendaraan dan badan,” jelas Wakapolrestabes.

Terbukti, hasil yang sudah dicapai setelah 4 hari Pegasus dibentuk Kapolrestabes, membuahkan hasil gemilang. “Tim mengamankan 8 orang yang diduga sebagai pelaku pencurian dengan kekerasan (curas), begal dan jambret,” tukuk Bagus Suropratomo.

Selain itu, tim juga mengamankan hampir 30 unit kendaraan bermotor roda dua tanpa dokumen resmi. “Dicurigai, motor tersebut, adalah hasil tindak pidana,” sambung Wakapolrestabes, didampingi Kasatreskrim AKBP Putu Yudha Prawira.

Tidak itu saja, tim Pegasus 3C juga mendapatkan alat bukti narkoba, berula beberapa kantong kecil sabu sabu dan
mengamankan berapa macam senjata tajam.

“Operasi Pegasus ini, akan kita lakukan rutin setiap hari. Tentatif jadwal dan lokasi, yang disesuaikan dengan anailisis trend waktu yang kita kaji secara komprehensif termasuk, berbagai info dan grafik kecenderungannya,” jelas Wakapolrestabes.

INGATKAN PENJAHAT

Wakapolrestabes Bagus dengan tegas mengingatkan penjahat, untuk tidak mencoba-coba beraksi di Kota Medan. “Saya pastikan, mereka (penjahat,-red) akan berhadapan dengan tim Pegasus. Percayalah, Polrestabes tidak akan membiarkan kejahatan menang, kita akan tindak, kita bereskan. Ini sudah perintah bapak Kapolrestabes demi Kota Medan aman dan nyaman, ” jelas Bagus Suropratomo.

Terakhir kata Bagus Suropratomo mewakili Kapolrestabes Kombes Dadang Hartanto, saat ini Sumut menghelat Pilkada serentak 2018. “Kita tidak ingin, pesta demokrasi tercederai oleh praktik kejahatan,” demikian Bagus. (Vbm)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Rektor UIN Bukittinggi Prof. Silfia Hanani : ucapan selamat dan apresiasi setinggi-tingginya kepada Menag RI
Hujan Abu Vulkanik Gunung Merapi Guyur Bukittinggi dan Agam pada Malam Hari
Pemko Padang Wajibkan Warga Pilah Sampah Rumah Tangga Mulai 2027
Sungai Tumayo Kembali Meluap, Ratusan Rumah Warga Terancam Banjir
Polda Sumbar Gelar Turnamen Mobile Legends, Jadi Ajang Atlet Esports Menuju Kapolri Cup
Merasa Dilecehkan Kadis, Staf Disparporabud Pasaman Lapor Polisi
Hasil 32 Besar Piala Dunia 2026; Kalah Adu Penalti dari Paraguay, Jerman Angkat Koper
Si Jago Merah Mengamuk Dua Unit Rumah Warga Lubuk Sikaping Tinggal Abu
Tag :

Berita Terkait

Senin, 28 September 2026 - 14:35 WIB

Rektor UIN Bukittinggi Prof. Silfia Hanani : ucapan selamat dan apresiasi setinggi-tingginya kepada Menag RI

Senin, 28 September 2026 - 09:52 WIB

Hujan Abu Vulkanik Gunung Merapi Guyur Bukittinggi dan Agam pada Malam Hari

Selasa, 21 Juli 2026 - 21:51 WIB

Pemko Padang Wajibkan Warga Pilah Sampah Rumah Tangga Mulai 2027

Sabtu, 18 Juli 2026 - 19:14 WIB

Sungai Tumayo Kembali Meluap, Ratusan Rumah Warga Terancam Banjir

Selasa, 14 Juli 2026 - 15:48 WIB

Polda Sumbar Gelar Turnamen Mobile Legends, Jadi Ajang Atlet Esports Menuju Kapolri Cup

Berita Terbaru

Daerah

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Okt 2026 - 12:01 WIB

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB