Mengatasi Warga yang Masih Bandel dan Keluyuran; Rotan, Anjing Pelacak, dan Canon Water jadi Pilihan

Penulis -

Minggu, 19 April 2020 - 13:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Padang, Prokabar – Sikap mental warga yang masih juga meremehkan virus Corona, dan tetap keluyuran dan berkurumun untuk hal-hal yang tidak penting, membuat para petugas harus bersikap tegas. Beragam solusi dicoba untuk mengatasi perilaku yang seolah virus Corona tak ada apa-apanya itu.

Entah terinsiprasi dengan polisi India, di Sentani Papua beredar video sosialisasi pihak kepolisian mengingatkan warga agar tidak beraktivitas di luar rumah diatas pukul 14.00. Warga yang membandel diancam akan dipukul menggunakan rotan oleh aparat.

Video tersebut diunggah oleh akun YouTube Floreslamika Channel pada 18 April 2020. Pihak kepolisian disebut akan menerapkan hukuman rotan bagi warga yang melanggar.

“Kami akan melaukan penindakan kepada setiap orang yang melanggar. Ada anak muda yang berkeliaran tanpa kepentingan akan dirotan tulang belakang,” ujar salah seorang anggota polisi seperti dikutip Suara.com, Minggu (19/4.

Baca Juga :  Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

Dari keterangan dalam video, video tersebut terjadi di daerah Sentani, Papua. Pembatasan aktivitas warga tersebut disebut akan mulai dilakukan pada Senin, 20 April mendatang. Nantinya, seluruh aktivitas warga diatas pukul 14.00 akan dihentikan. Seluruh warung makan, bengkel hingga kendaraan roda dua dan empat dilarang beroperasi guna mencegah penyebaran virus corona.

Pembatasan aktivitas tersebut dilakukan karena jumlah kasus positif virus corona di daerah tersebut terus mengalami peningkatan. Polisi itu mengimbau agar warga mempersiapkan diri dan mematuhi aturan tersebut. Aparat gabungan TNI, Polri dan pemerintah daerah akan terus melakukan patroli menjaga agar pembatasan aktivitas tersebut dipatuhi warga.

Baca Juga :  Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Di Cilegon, pihak kepolisian sedang mempersiapkan strategi baru untuk membubarkan kerumunan massa atau yang keluyuran. Polres Cilegon menyiapkan 3 anjing pelacak K9 untuk membubarkan massa berkerumun dan berkumpul selama masa pandemi Corona (COVID-19). Langkah pembubaran pakai anjing tersebut jadi opsi terakhir yang dilakukan polisi.

Kapolres Cilegon AKBP Yudhis Wibisana mengatakan langkah pembubaran massa berkerumun selama pandemi COVID-19 dilakukan jika warga Cilegon tak mengindahkan imbauan aparat gabungan terkait physical distancing.

Metode pakai anjing pelacak juga diterapkan pparat Kepolisian Daerah (POLDA) Sulawesi Selatan. Mereka tak main-main dalam memerangi coronavirus atau COVID-19. Salah satu masalah yang dihadapi saat ini adalah adanya warga kurang disiplin menjalani himbauan pemerintah.

Baca Juga :  KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

Bahkan Polda Sulsel menerjunkan anjing pelacak atau K5 untuk ikut mengawal kebijakan pemerintah. Apalagi ketika pemerintah memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Kota Makassar.

“Kita siapakan semua potensi dan peralatan yang ada. Jika warga Kota Makassar tetap tidak mengindahkan imbauan social distancing dan physical distancing dari pemerintah pusat dan daerah biar gonggongan anjing yang membubarkan,” kata Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol Ibrahim Tompo.

Tak hanya itu, semprotan air dari mobil canon water dan mobil Damkar juga sedang disiapkan untuk masyarakat yang tak taat aturan. Sebab, kalau PSBB tak dibarengi perilaku displin warga, hasilnya juga tak akan maksimal.(*/mht)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar
HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering
Keputusan Tim Keabsahan PORPROV Dipertanyakan, KONI Padang Pariaman Sebut Kasus Atlet Tentrem Pangestuti Belum Tuntas
Dibalut Tradisi Makan Bajamba, Malam Resepsi HUT ke-81 Sumbar Perkuat Kebersamaan dan Kolaborasi
KAI dan Polda Sumbar Perkuat Kolaborasi Hadapi Potensi Ancaman Terorisme di Moda Transportasi Kereta Api

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:55 WIB

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Senin, 5 Oktober 2026 - 07:30 WIB

Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 15:13 WIB

HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering

Berita Terbaru

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB