Opini

Mengapa Harus Pariwisata?

 

Oleh : Mulyadi

Anggota DPR RI Fraksi Demokrat

Sumatera Barat dianugerahi karunia yang tak terhingga. Panorama alam demikian indah. Danau membentang, sawah terhampar dan pegunungan hijau menjulang serta sejuk dipandang mata. Belum lagi dengan kekayaan budaya dan kuliner.

Sebagai anggota DPR, saya terus mendorong kemajuan pariwisata Sumatera Barat. Kelok sambilan dibangun, salah satunya untuk kepentingan pariwisata. Bagaimana akses ke provinsi tetangga me njadi lebih lancar.

Dengan akses lancar, maka mobilitas barang dan jasa menjadi lebih mudah dan murah. Dengan lancarnya akses ke Sumbar, maka usaha rumah makan, kerajinan tangan serta hotel akan hidup. Banyak yang bertanya ke saya, kenapa pariwisata Sumbar harus maju?

Pariwisata merupakan industri yang perputaran uangnya demikian besar. Bila pariwisata maju, maka usaha kuliner berkembang. Kuliner bahan bakunya berasal dari petani, nelayan dan sebagainya. Pariwisata akan membuka peluang yang lebih besar. Tenaga kerja juga akan terserap dalam jumlah banyak.

Belum lagi usaha kerajinan tangan yang bisa dijadikan sebagai oleh-oleh. Pariwisata bukan sekedar jalan-jalan, tapi para pelancong akan membawa buah tangan sebagai pertanda pulang dari tanah Minang. Dengan pariwisata, usaha kecil menjadi lebih betkembang.

Saya terus mendorong pemerintah pusat untuk membangun infrastruktur di Sumatera Barat. Tujuannya, agar daerah ini semakin maju serta pariwisata kian tumbuh. Sumatera Barat merupakan daerah yang minim dengan potensi alam berupa kekayaan mineral. Kita beda dengan Kalimantan Timur, Papua, Sumatera Selatan maupun Riau. Daerah itu kaya dengan potensi alam berupa minyak dan gas.

Meski minim kekayaan mineral dan energi, tapi kita memili alam yang elok dipandang mata serta sejuk. Inilah modal untuk membangun pariwisata. Dengan mengelola pariwisata secara serius, maka secara otomatis pendapatan daerah meningkat.

Bila hotel penuh, maka pajak juga besar diberikan pengusaha. Begitu pula pajak dari rumah makan. Pajak yang diberikan rakyat, akan kembali ke masyarakat dalam bentuk proyek pembangunan infrastruktur maupun peningkatan kualitas layanan publik.

Artinya, bila pariwisata maju, kendala keterbatasan dana untuk pembangunan bisa sedikit teratasi. Bisa dibayangkan kalau kita tak mengelola pariwisata dengan baik, dari mana pendapatan daerah akan muncul?

Kita contoh saja Bali. Provinsi itu juga tak memiliki kekayaan mineral, tapi pendapatan daerahnya demikian besar. Mau tak mau, pariwisata Sumbar harus kita kelola dengan lebih baik. Kuncinya, terleyak pada infrastruktur dan fasilitas penunjang.

Kita cari dana pusat sebanyak-banyaknya untuk kepentingan pembangunan infrastruktur. Kita harus memiliki kekuatan lobi dan jaringan. Pemerintah daerah hendaknya juga rajin membuat proposal ke kementerian terkait tentang potensi wisata yang dimiliki.

Masih banyak potensi wisata yang belum tergali. Kalaupun sudah dikelola, namun akses ke sana masih sulit lantaran jalan dan jembatan yang belum memadai. Inilah yang harus kita atasi bersama demi mewujudkan pariwisata yang maju.

Kita bangun pariwisata Sumbar dengan tidak mengorbankan identitas budaya. Kita harus menjalankan pariwisaat sesuai dengan kaidah dan norma yang diturunkan nenek moyang kita. Jati diri kita tak boleh luntur oleh budaya asing.

Kita juga harus mendorong pemerintah pusat untuk mengadakan kegiatan besar di Sumbar. Sudah banyak iven nasional yang berlangsung di Sumbar beberapa waktu belakangan. Ke depan, pemerintah pusat harus didorong lagi agar menjadikan Sumbar sebagai tempat konvensi dan pertemuan nasional maupun internasional yang melibatkan banyak orang. Bila banyak tamu yang datang, otomatis berpengaruh ke banyak sektor. Pengusaha transportasi juga akan ketiban rezeki dari aktivitas pariwisata maupun konvensi.

Saya tawarkan gagasan ke pelaku usaha pariwisata. Kini saatnya pula untuk digitalisasi pemasaran pariwisata. Buat aplikasi yang memudahkan orang untuk melakukan trip ke Sumatera Barat. Orang tinggal memesan melalui HP, lalu dia tinggal duduk manis sejak mulai datang di BIM hingga berkeliling Ranah MInang.

Buat apiikasi yang berisikan informasi terperinci tentang tempat makan, menu, hotel, tempat wisata, membeli oleh-oleh dan sebagainya. Pokoknya, para tamu tinggal duduk dan menikmati perjalanan. Digitalisasi merupakan kenisayaan. Sekarang zaman sudah berubah. Masyarakat ingin semuanya serba sederhana dan mudah serta biaya yang jelas dan masuk akal.

Pariwisata tak bisa dilepaskan dari teknologi. Bukan berarti cara pemasaran konvensional tak efektif, namun digitalisasi akan membuat lebih banyak peluang dan memudahkan orang untuk datang ke Sumbar.

Dengan digitalisasi tentunya wisatawan mencanegara akan lebih mudah digaet. Dengan teknologi, orang bisa mengakses informasi tentang Sumatera Barat dari mana-mana. Dengan teknologi digital, biaya promosi menjadi lebih murah dan bisa diakses dengan tanpa mengenal batas ruang dan waktu.

Kita harus bekerja keras dan bersama-sama memajukan pariwisata Sumbar. Dengan pariwisata kita gaet devisa, sehingga kita punya modal untuk membangun daerah. Dengan pariwisata kita sejahtera masyarakat. (*)

Berani Komen Itu Baik
Loading...
To Top