Mengangkat Sejarah Engku Sjafe’i Dan INS Kayu Tanam

Penulis -

Rabu, 28 Agustus 2019 - 23:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Padang, Prokabar — Muhammad Sjafe’i atau akrab dipanggil Engku Sjafe’i merupakan pendiri INS Kayu Tanam. Bersama Ibrahim Mara mendirikan perguruan tersebut pada tahun 1926. Banyak seniman terkemuka lahir di sini. Seperti pelopor kartunis, pelukis Noerdin, Nurdi BS, Zaini, Mochtar Apin, Mara Karma, Anwarsyam, Osmania, Pematung Hasan Basri, Musisi Sjaiful Bahri dan Sastrawan A.A. Navis.

Pada suatu kesempatan, Dewan Harian Daerah (DHD) Badan Pembudayaan Kejuangan (BPK) 45 Provinsi Sumatra Barat menggelar seminar sehari di Auditorium Gubernur Sumbar, Selasa (27/8) kemarin. Pertemuan tersebut sempat mengupas tulisan Profesor Mestika Zed tentang Jejak Pemikiran Pendidikan Engku Sjafe’i dan INS Kayu Tanam.

Selain Bupati Padang Pariaman, Ali Mukhni, turut dihadiri sejarawan Profesor Dr. Phil. Gusti Asnan, Kepala Dinas Pendidikan Sumbar Adib Alfikri, mantan Bupati Solok Syamsu Rahim dan Ketua DHD BPK 45 Provinsi Kalimantan Barat Syafruddin.

Baca Juga :  KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

Seminar nasional DHD BPK 45 Sumbar tersebut diselingi Pelantikan Pengurus DHD BPK 45 Sumbar oleh mantan Wapres RI Jenderal TNI (Purn) H. Try Sutrisno.

Mestika Zed, dalam tulisannya mengupas kiprah dan jejak sejarah tokoh pendidikan INS Kayu Tanam itu.

“Engku Sjafe’i telah ikut mengharumkan nama daerah Padang Pariaman. Kayu Tanam semakin dikenal karena ada INS tersebut. Setiap orang mengulas kiprah Engku Sjafe’i nama Kayu Tanam dan Padang Pariaman ikut disebut,” ujar Ali Mukhni saat berkesempatan menjadi penanggap karya ilmiah Mestika Zed tersebut.

Baca Juga :  Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

Ali Mukhni membenarkan apa yang ditulis Sejarahwan asal UNP itu, tentang pemikiran pendidikan Engku Sjafe’i yang melampui zamannya.

“Pemikiran pendidikan Engku Sjafe’i sangat modern dalam zaman yang belum modern,” ungkap Ali Mukhni,seraya mengulangi ungkapan Mestika Zed.

Pemikiran pendidikan Engku Sjafe’i, lanjutnya, berbeda dengan pendidikan zaman sekarang. Engku Sjafe’i mengajarkan kejujuran, akhlak, moral dan keterampilan yang sesuai dengan adat istiadat, budaya dan tradisi di Minangkabau. “Suatu konsep yang komprehensif dibandingkan sistem pendidikan sekarang,” tuturnya.

Namun kondisi sekarang berbanding terbalik dimasa kejayaannya tempo dulu. Cahaya pencetak sastrawan, seniman dan budayawan tersebut sudah sirna ditelan waktu.

Baca Juga :  Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Ali Mukhni kemudian mengajak seluruh stakeholder untuk ikut memikirkan dan mempedulikan kondisi warisan Engku Sjafe’i tersebut.

“Kondisi INS Kayu Tanam dari tahun ke tahun semakin mundur dan sulit berkembang akibat kompetisi yang sangat tinggi. Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman pernah membantu memberikan beasiswa kepada siswa INS, namun tentu sesuai kesanggupan. Untuk itu, mari bersama-sama ikut memikirkan pembangunan INS,” harapnya.

Ia menambahkan, walau INS berada di wilayah Kabupaten Padang Pariaman namun tentu membutuhkan perhatian semua pihak. Terutama turut peduli dengan dunia pendidikan dan warisan berharga Engku Sjafe’i,” pungkasnya. (rud)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 
Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh
KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api
KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar
HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 12:01 WIB

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:56 WIB

Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh

Rabu, 7 Oktober 2026 - 09:21 WIB

KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Berita Terbaru

Daerah

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Okt 2026 - 12:01 WIB

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB