Sungai Batang, Prokabar — Di Kampungnya Buya Hamka, terdapat sebuah sekolah dasar yang berada di atas perbukitan. Pelajarnya cukup ramai l bila melihat kondisi perkampungan tersebut. SD Negeri 31 Batung Panjang ini sangat dibutuhkan masyarakat di tiga jorong di Kanagarian Sungai Batang, Kabupaten Agam, Sumatra Barat. Seperti Jorong Data Kampung Dadok, Jorong Batu Anjung dan Jorong Batung Panjang.
Dengan segala keterbatasannya, proses ajar dan mengajar di sekolah ini terbilang baik dan lancar. Sarana dan prasarana dimiliki cukup, meski belum memadai sepenuhnya.
Sebenarnya, kondisi perekonomian warga rendah dengan mata pencarian buruh tani dan petani. Hebatnya, tingkat keinginan mereka menyengolahkan anak sangat tinggi.
Lokasi Pendidikan tersebut berada dekat dengan Museum Rumah Kelahiran Buya Hamka. Banyak harapan dan program yang belum bisa terealisasi. Apalagi harapan mengangkat marwah ulama tersebut dan melahirkan regenarasi Buya Hamka berikutnya.
Ketua Komite SDN 31 Batung Panjang, Ferry Mustafa menjelaskan sekolah tersebut masih banyak lagi yang harus dibangun dan dilengkapi. Seperti seluruh fasilitas dewan guru yang ada dengan akreditasi C. Saat ini, mushalla, kantin, ruang BK, UKS dan perpustakaan masih belum sesuai standar dan harapan.
“Dan hal tersebut membutuhkan peranan semua pihak. Kita tidak boleh terlalu bergantung dengan pemerintah daerah karena keterbatasan anggaran. Dan kita harus berusaha mencari donatur, sehingga peningkatan pembangunan dan SDM dapat lebih baik,” ujarnya kepada Prokabar.com sembari berharap banyak pihak yang simpatik membantu dunia pendidikan tersebut.
Mustafa kembali menjelaskan bila mushalla berhasil dibangun, maka akan dimanfaatkan untuk peningkatan pendidikan religius. Seperti sholat dhuha berjamaah, sholat zuhur berjamaah, program mengaji dan metode pendidikan ektrakulikuler lainnya, yang mendukung pendidikan mental, adab dan etika generasi kedepan.
“Kita juga harus menghidupkan ektrakulikuler silat tradisional sebagai kearifan lokal. Oleh sebab itu, kita membutuhkan peranan penting masyarakat Sungai Batang, baik di Ranah maupun di Rantau,” harapnya.
Ketua Komite tersebut akan berupaya menggalang dana dari masyarakat yang memiliki ekonomi menengah ke atas, terutama perantau sukses. Meningkatkan mutu pendidikan sekolah, dan melahirkan tokoh bangsa yang berasal dari Sungai Batang.
Kepala Sekolah SDN 31 Batung Panjang, Hariadi sangat mendukung upaya Ketua Komite Sekolah tersebut. Dan kepedulian semua pihak sangat diharapkan untuk meningkatan mutu serta kelengkapan sarana dan prasaranan yang tidak bisa dipenuhi pihak sekolah.
“Kami memang berharap agar komite memiliki berperan serta dalam kemajuan sekolah ini. Tanpa dukungan bersama, mustahil kemajuan dan peningkatan dunia pendidikan dapat tercapai. Sesuai pituah yang selalu disampaikan bapak Bupati Indra Catri, Basamo Mako Manjadi,” tutur Hariadi.
Saat ini lanjutnya, terkendala Akreditasi C yang didapat saat tim penilaian melakukan penilaian. “Kita sudah berusaha keras, memenuhi segala kebutuhan dan standar yang telah ditentukan. Namun apalah daya, hanya ini usaha dan kemampuan yang kita miliki saat ini,” terangnya.
“Kita memang membutuhkan mushalla untuk pendukung program Agam Madani. Mushalla saat ini sangat sempit. Padahal lahan atau tanah sudah tersedia bila ada pembangunan. Bila mushalla terwujud, kita akan melaksanakan sholat dhuha dan zuhur berjemaah, serta pendidikan agama. Apalagi di sini Kampungnya Buya Hamka dan Haji Rasul,” Ungkapnya.
Saat ini SD Negeri Sungai Batang memiliki jumlah pelajar 89 siswa, terbilang banyak dibanding Jumlah siswa di sekolah lain.
“Kepedulian masyarakat sangat tinggi untuk sekolah. Kami selalu berkoordinasi dengan masyarakat dan orang tua murid, bila membutuhkan tenaga atau gotong royong. Hebatnya lagi, baru-baru ini akses jalan menuju sekolah dibangun melalui swadaya masyarakat. Dan itu berdasarkan kesadaran warga sendiri” pungkasnya. (rud)
















