Mendengar Harapan Nelayan Pensi Di Danau Maninjau

Penulis -

Kamis, 18 Oktober 2018 - 07:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tanjung Raya, Prokabar — Supriadi, seorang Pencari Pensi, warga Muaro Pauah, Nagari Sungai Batang, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Sumbar, kembali mengais rezeki setelah dua tahun terpaku bisu. Saat air danau membaik, ia pun mencoba kembali menuai harapan.

Saat racun belerang itu menyerang Danau Maninjau, semua endemik asli hilang entah kemana. Tidak kecuali Pensi, sejenis kerang kecil sebagai santapan khas masyarakat Salingka Danau Maninjau.

Baca Juga :  Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

“Dua tahun ini kami sempat tidak dapat mencari ikan maupun pensi, habitan asli Danau Maninjau. Karena tubo belerang meracuni seluruh permukaan dan dasar air danau,” ungkapnya.

Menurutnya, tubo belerang bangkit akibat badai dan hujan menghoyak danau. Diperparah makanan pelet ikan keramba jaring apung (KJA) bertumpuk menggunung di dasar danau.

“Saat badai dan hujan membuat riak dan air danau bergelombang. Hal tersebut memicu tubo belerang maupun sisa makanan pelet di dasar danau, muncul ke permukaan. Itu menjadi racun dan membunuh segala hewan yang ada,” terangnya.

Baca Juga :  Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Ia kembali mengisahkan, saat danau kotor dan beracun, jelas ikan asli, seperti rinuak dan pensi akan mencari sumber air bersih jauh dari racun. Mereka mencari persembunyian yang hingga saat ini tidak pernah diketahui manusia.

Baca Juga :  Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

“Alhamdulillah, setelah dua tahun berturut-turut diserang tubo, KJA mulai berkurang karena banyak yang bangkrut. Kami meminta jangan ada lagi para pengusaha itu merusak danau ini. Kami pun berhak menikmatinya hingga anak cucu nanti,” tuturnya.

Cukup sudah lanjutnya, azab Sang Pencipta memusnahkan sebagian darinya. “Jangan tunggu azab lebih besar datang akibat keserakahan beberapa orang saja,” tutupnya. (rud)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar
HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering
Keputusan Tim Keabsahan PORPROV Dipertanyakan, KONI Padang Pariaman Sebut Kasus Atlet Tentrem Pangestuti Belum Tuntas
Dibalut Tradisi Makan Bajamba, Malam Resepsi HUT ke-81 Sumbar Perkuat Kebersamaan dan Kolaborasi
KAI dan Polda Sumbar Perkuat Kolaborasi Hadapi Potensi Ancaman Terorisme di Moda Transportasi Kereta Api

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:55 WIB

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Senin, 5 Oktober 2026 - 07:30 WIB

Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 15:13 WIB

HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering

Berita Terbaru

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB