Membongkar Praktik Tipu-Tipu Masuk Polisi: Dari Dukun hingga ‘Staf Kepresidenan’

Penulis -

Selasa, 10 Juli 2018 - 14:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta,-Prokabar: Di tengah upaya keras Kepolisian Negara Republik Indonesia melakukan transparansi rekrutmen menjadi anggota Polri, ternyata tidak menutup celah pelaku kejahatan menjalankan modus operandinya. Masyarakat diminta waspada.

Ini terbongkar, setelah Direktorat Reserse Kriminal Umum Kepolisian Daerah Jawa Tengah menangkap dua orang tersangka tindak penipuan dalam rekrutmen bintara Polri 2018.

“Betul. Ada dua orang pelakunya. Yang satu atas nama Sodikun mengaku sebagai paranormal, dan yang satunya lagi atas nama Ali Nurudin mengaku sebagai staf kepresidenan dan anggota dari Mabes Polri,” kata Asisten Kapolri Bidang Sumber Daya Manusia, Inspektur Jenderal Arief Sulistyanto.

Baca Juga :  Indonesia Cetak Sejarah, Juara Perdana FIFA ASEAN Cup 2026 di Hadapan Presiden Prabowo

Perwira tinggi Polri yang dikenal humanis dan berintegritas itu menyebut, kejadian bermula saat seorang calon bintara di Jawa Tengah atas nama Fandi Mega Cahyono, dinyatakan tidak lulus tahapan seleksi di Polda Jawa Tengah 2018.

Irjen Pol Arief Sulistyanto, Asisten SDM Polri.

Tidak lama berselang, orang tua Fandi, Jumono, pun menemui Sodikun untuk meminta bantuan agar anaknya dapat mengikuti kembali tahapan seleksi calon bintara.
Sodikun yang mengaku dukun dan kenal baik dengan Ali Nurudin yang mengaku-ngaku staf kepresidenan dan ‘orang Polri’ meminta Jumono menyiapkan uang tunai Rp350 juta.

Baca Juga :  ADPI Lakukan Kunjungan Persahabatan ke Faculty of Education, Universiti Kebangsaan Malaysia

Selang dua minggu, Jumono menyerahkan uang Rp 320 juta kepada Sodikun. Dari total uang yang ada, Sodikun memberikan Rp 100 juta kepada Ali Nurudin. Tapi kemudian Ali Nurudin merasa uang yang diserahkan kepadanya tidak sesuai dengan perjanjian.

“Ali Nurudin mengancam Sodikun menggunakan pistol air softgun,” kata Arief. Merasa tak terima, Sodikun melaporkan Ali Nurudin ke polisi tetapi ia tak menceritakan secara detail duduk perkaranya.

Baca Juga :  Indonesia Cetak Sejarah, Juara Perdana FIFA ASEAN Cup 2026 di Hadapan Presiden Prabowo

Tim Direktorat Kejahatan dan Kekerasan Polda Jawa Tengah pun menangkap Ali saat hendak ke Jakarta pada 9 Juli 2018. Setelah dilakukan pemeriksaan terhadap keduanya, diketahui bahwa Sodikun dan Ali bekerjasama melakukan penipuan menjadi calo rekrutmen bintara Polri.

“Saat ini, polisi masih memeriksa dua tersangka tersebut untuk mengungkap kemungkinan adanya korban lain. Kepada masyarakat, kami minta, tidak percaya dengan praktik-praktik penipuan dalam rekrutmen Polri. Kalau ada yang meminta uang agar anaknya masuk polisi, lapor. Kami pastikan akan diburu pelakunya,” demikian Arief. (vbm)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Indonesia Cetak Sejarah, Juara Perdana FIFA ASEAN Cup 2026 di Hadapan Presiden Prabowo
ADPI Lakukan Kunjungan Persahabatan ke Faculty of Education, Universiti Kebangsaan Malaysia
Perkuat Ekosistem Digital Aviasi, IAS Hadirkan Layanan Airport Assistance Joumpa di wondr by BNI
Rektor UIN Bukittinggi Prof. Silfia Hanani : ucapan selamat dan apresiasi setinggi-tingginya kepada Menag RI
Hujan Abu Vulkanik Gunung Merapi Guyur Bukittinggi dan Agam pada Malam Hari
Rahmat Saleh Salurkan Bantuan Tanggap Darurat untuk Korban Galodo di Solok
Calon Ketua Umum DPP AMPI Zigo Rolanda Perkuat Silaturahmi dengan Kader Sumut
Jelang Muktamar Muhammadiyah, 10 PWM Sepakati Risalah Bukitinggi

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 14:08 WIB

Indonesia Cetak Sejarah, Juara Perdana FIFA ASEAN Cup 2026 di Hadapan Presiden Prabowo

Senin, 5 Oktober 2026 - 17:39 WIB

ADPI Lakukan Kunjungan Persahabatan ke Faculty of Education, Universiti Kebangsaan Malaysia

Rabu, 30 September 2026 - 17:37 WIB

Perkuat Ekosistem Digital Aviasi, IAS Hadirkan Layanan Airport Assistance Joumpa di wondr by BNI

Senin, 28 September 2026 - 14:35 WIB

Rektor UIN Bukittinggi Prof. Silfia Hanani : ucapan selamat dan apresiasi setinggi-tingginya kepada Menag RI

Senin, 28 September 2026 - 09:52 WIB

Hujan Abu Vulkanik Gunung Merapi Guyur Bukittinggi dan Agam pada Malam Hari

Berita Terbaru

Daerah

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Okt 2026 - 12:01 WIB

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB