Padang Pariaman, Prokabar – Badan Usaha Milik Nagari (BUMNag) Pakandangan Emas, dari Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat, berhasil terpilih menjadi Percontohan Nasional. Keberhasilan tersebut ditandai kehadiran Staf Ahli Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal serta Transmigrasi (Kemendes PDTT) Bidang Pengembangan Ekonomi Lokal, Ratna Dewi Adriati ke Pakandangan, Kamis (19/7) lalu.
Menurutnya, BUMNag Pakandangan Emas sudah memperlihatan hasil nyata. “Ini tidak sekedar bisnis BUMNag model biasa, ini sudah bisa menjadi percontohan bagi BUMNag atau BUMDes lainnya di Indonesia,” kata Ratna.
Pernyataan itu disampaikan Ratna Dewi Andriati dihadapan 26 orang Kepala Dinas PMD dari daerah tertinggal di Indonesia, ketika para kepala dinas tersebut datang mengunjungi Bumnag Pakandangan Emas. Kehadiran mereka untuk melihat dari dekat dan kemudian belajar bagaimana mengelola usaha sekaligus memenej lingkungan.
Ratna membeberkan, Bumnag Pakandangan Emas tidak hanya berorientasi mengejar keuntungan ekonomi semata atau dinikmati kalangan masyarakat berkelas saja. Tapi, juga memikirkan dampak sosial kepada masyarakat.
“Ini sangat baik ya. Selama ini kebanyakan orang sejahtera hanya yang kaya-kaya saja. Tapi BUMNag ini mengajak masyarakat lapisan bawah. Jika selama ini mereka menganggur bukan karena masyarakat tidak bisa, namun karena memang tidak memiliki modal. Prospeknya sangat baik, diharapkan hasilnya nanti masyarakat dapat mandiri,” sebutnya.
“Cukup bagus. Walau usianya masih muda, namun sudah memberikan prospek yang menjanjikan. Kita berharap BUMNag ini memberikan kekuatan ekonomi lokal, benar benar mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat sebagai intinya,” ujar Kepala Bidang Usaha Ekonomi DPMPD dan DUKCAPIL Provinsi NTB, Rizal.
Ketua Forum BUMDes Indonesia, Febby Datuk Bangso terharu. Kerja keras, kegigihan serta keseriusan yang dilakukannya beserta pengelola BUMDes Pakandangan Emas dan lingkungan, berlahan menampakkan hasil.
“Profitnya belum besar, tapi sosial benefit sangat luar biasa. Kita harus mensuport bersama-sama,” kata tokoh muda asal Kabupaten Agam, Sumatera Barat ini.
Menurut Febby, BUMNag Pakandangan Emas bisa memanfaatkan lahan tidur menjadi lahan produktif dengan menanam jagung. Selain itu BUMNag tersebut juga bekerjasama dengan salah satu pesantren dengan Simpanan Bajapuik, dan ada juga tabungan nikah serta tabungan ziarah.
“Dan ini benar-benar contoh. Bumnag ini perlu di blow-up, dirintis sebagai bumnag percontohan, harus di create. Kawan-kawan media berkepentingan juga untuk membesarkan ini, kalau tidak ini begini terus,” ujar Febby, yang juga Staf Khusus Mendesa PDTT.
Ada 26 kepala dinas PMD dari kabupaten tertinggal di seluruh Indonesia, ada yang dari Kalimantan Timur, Kalimantas Tengah, Aceh, NTB, Nias, Sulawesi Tengah. “Tentu saja kedatangan dari banyak kabupaten kemari ini membuat spirit baru bagi pengelolaan bumnag kemudian stakeholder yang lain yang berkepentingan, apakah itu pemda, kemendes supaya ini menjadi model yang benar-benar bisa terekpos dengan baik,” tutup Febby. (rud)
















