Melirik Produksi Terbesar Tambika dari Sumatra Barat

Penulis -

Kamis, 26 Juli 2018 - 20:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Padang Pariaman, Prokabar – Tambika adalah media tempat pengolahan atau mendulang emas atau sejenis benda serpihan berharga lainnya. Biasanya, alat ini digunakan sering digunakan oleh pencari emas dari serpihan tanah dari pedagang emas yang mengolah emas. Nama lain dari Tambika adalah Gerabah.

Di Nagari Kapalo Koto, Kecamatan Nan Sabaris, Kabupaten Padang Pariaman, Sumatra Barat, Tambika diproduksi secara massal oleh masyarakat dan permintaan dari salah seorang pengusaha. Jadi, tidak heran bila ke negeri ini setiap rumah warga berjejeran puluhan Tambika. Konon, di Perkampungan ini adalah penghasil Gerabah atau Tambika terbesar di Pulau Sumatra.

Baca Juga :  KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

“Namun sejak harga emas tidak lagi stabil, membuat produksi Tambika terganggu dan semakin menurut,” kata Karmila (35), salah seorang pengusaha Tambika Nagari Kapalo Koto kepada Prokabar.com, Kamis (26/7).

Saat ini lanjutnya, produksi kami kurangi karena permintaan sangat minim. Untuk menutupi kebutuhan, kami terpaksa mencari usaha lain, seperti membuat kerupuk.

“Tambika akan semakin banyak diproduksi bila pengusaha atau penambang emas banyak memasan. Ukuran Gerabah ini pun beragam. Mulai ukuran nomor 1 sampai ukuran nomor 15,” ungkapnya.

Baca Juga :  Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

Untuk harga 1 kardus dengan rata-rata berjumlah 800 buah ukuran nomor 1 hingga nomor 5, Rp150 ribu. Sedangkan ukuran lebih besar dijual perbiji dari harga Rp5 ribu rupiah hingga Rp20 ribu. Bila diisi dalam satu kardus dapat berjumlah 300 buah.

Suami dari Ristono Resa (37) ini juga menjelaskan ia dan keluarganya sudah 10 tahun mengeluti usaha tersebut. Bahkan dari sejak nenek moyang dahulunya, masyarakat Kapalo Koto sudah membuat Tambika. Karena rata-rata mereka asal Kapalo Koto atau umumnya dari Padang Pariaman, banyak menjadi pengusaha emas di Perantauan.

Baca Juga :  Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

“Untuk produksi tergantung permintaan. Mulai dari Se-Sumatra hingga ke Jawa dan Kalimantan. Bahkan asal perantau di negeri Jiran, Singapura dan Brunai Darussalam juga sering membeli,” tutur Ibu Muda ini.

Ia kembali menerangkan saat ini tersedia 100 ribu biji Tambika di stanbay di gudang, menampung permintaan dari pembeli nantinya. “Namun sangat disayangkan, sejak 6 tahun belakangan ini, permintaan mulai menyusut. Mungkin akibat harga emas tidak lagi stabil,” tutupnya. (rud)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman
KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar
HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering
Keputusan Tim Keabsahan PORPROV Dipertanyakan, KONI Padang Pariaman Sebut Kasus Atlet Tentrem Pangestuti Belum Tuntas
Dibalut Tradisi Makan Bajamba, Malam Resepsi HUT ke-81 Sumbar Perkuat Kebersamaan dan Kolaborasi

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 20:33 WIB

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:55 WIB

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Senin, 5 Oktober 2026 - 07:30 WIB

Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

Berita Terbaru

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB