Melihat Manisnya Tradisi Serak Gulo di Padang

Penulis -

Sabtu, 25 Januari 2020 - 20:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Padang, Prokabar — Senyum sumringah tampak berseri diwajah Sindi (17), saat meninggalkan halaman Masjid Muhammadan yang terletak di jalan Pasar Batipuh, Kelurahan Pasar Gadang, Kecamatan Padang Selatan, Kota Padang, Sabtu (25/1) sore

Sambil tertawa, Sindi menenteng kantong plastik warna putih yang diisi kain berwarna warni. Ditangan kirinya, juga ada satu kain warna kuning.

Kain warna warni yang didapat Sindi adalah gula yang sudah dibungkus rapi pada Tradisi Serak Gulo oleh keturunan India di Padang.

Gula itu didapat bukan secara cuma cuma, tapi berebut dengan ribuan orang terlebih dahulu. Caranya adalah, gula tersebut dilempar dari atap Masjid Muhammadan kepada masyarakat yang berada dibawah.

Baca Juga :  Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Setelah itu, masyarakat berebut untuk menangkap gula itu. Jika lihai tangan menangkap, makan banyak pula yang didapat.

“Seru tadi berebutnya, saya dapat tujuh buah, nanti ini bisa untuk buat minuman seperti teh atau kopi,”kata Sindi

Demi ikut serta berebut gula, Ia datang sejak pukul 15.30 WIB bersama ribuan warga lainnya yang akan mengikuti tradisi serak gulo. Meski bukanlah keturunan India, namun ini terbuka siapa saja yang mau ikut acara ini.

Ketua Umum Himpunan Keluarga Muhammadan Padang, Ali Khan Abu Bakar menyebut bahwa gula yang dibagi-bagi ini merupakan sumbangan dari masyarakat keturunan India, baik dari Bengkulu, Medan, Pekanbaru, Jambi.

Baca Juga :  Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

“Gula partisipasi spontan dari masyarakat, mereka menyerahkan secara suka rela. Keluarga di sini banyak yang merantau, serak gulo ini diadakan pada Jumadil Akhir, keluarga sudah tahu kalau Jumadil Akhir mereka akan datang,” katanya.

Proses serak gulo ini diawali dengan Salat Ashar, kemudian melakukan doa bersama menyampaikan nazar, lalu membagikan manisan merupakan minuman ciri khas India.

Acara dilanjutkan dengan pemasangan bendera di atas atap Masjid Muhammadan. Bendera berbentuk segitiga warna hijau itu di tengahnya ada gambar bulan sabit dan bintang warna putih.

Baca Juga :  Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

Setelah pemasangan bendera, dilanjutkan dengan menaikkan gula yang sudah dibungkus kain di atas atap. Setelah mendapatkan aba-aba dari ketua panitia, panitia kemudian membagikan gula dari atap. Warga pun berebutan gula di bawah.

Sekita setengah jam, jalan di depan masjid sudah mulai sepi. “Tradisi kita ini hanya dua negara yang melakukan, satu di India, dan Indonesia di tempat kita,” ujarnya.

Diketahui Tradisi Serak Gulo ini sudah dibawa nenek moyang keturunan India 200 tahun lalu ke Indonesia lewat perdagangan. (gas)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar
HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering
Keputusan Tim Keabsahan PORPROV Dipertanyakan, KONI Padang Pariaman Sebut Kasus Atlet Tentrem Pangestuti Belum Tuntas
Dibalut Tradisi Makan Bajamba, Malam Resepsi HUT ke-81 Sumbar Perkuat Kebersamaan dan Kolaborasi
KAI dan Polda Sumbar Perkuat Kolaborasi Hadapi Potensi Ancaman Terorisme di Moda Transportasi Kereta Api

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:55 WIB

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Senin, 5 Oktober 2026 - 07:30 WIB

Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 15:13 WIB

HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering

Berita Terbaru

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB