Masyarakat di Wilayah Potensi Gempa Harus Waspada

Penulis -

Selasa, 31 Desember 2019 - 10:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, Prokabar — Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo meminta masyarakat yang tinggal di wilayah yang memiliki potensi gempa untuk waspada dan menyiapkan mitigasi bencana yang diperlukan.

“Gempa bumi di Halmahera Selatan dengan magnitudo 7,2 bisa menjadi pelajaran. Dengan kekuatan gempa cukup besar tetapi korban jiwa relatif sedikit,” katanya dalam Kaleidoskop Bencana 2019 dan Outlook Bencana 2020 yang diadakan di Ruang Serba Guna Sutopo Purwo Nugroho Graha BNPB.

Baca Juga :  ADPI Lakukan Kunjungan Persahabatan ke Faculty of Education, Universiti Kebangsaan Malaysia

Ia mengatakan gempa tersebut hanya menyebabkan 14 orang korban jiwa karena masyarakat setempat segera melakukan evakuasi dan penyelamatan diri saat gempa terjadi. Hanya dalam hitungan lima detik setelah gempa, masyarakat sudah keluar dari rumah sehingga korban jiwa akibat tertimpa reruntuhan sangat sedikit.

“Catatan Belanda terhadap kejadian gempa magnitudo 6,5 di Ambon pada 1899 yang menyebabkan 41 orang korban jiwa juga bisa menjadi pelajaran. Setelah gempa tersebut, tidak boleh ada lagi rumah dari batu karena pasti rusak akibat gempa. Yang ada adalah kearifan lokal berupa rumah bakancing (berkancing),” katanya.

Baca Juga :  Indonesia Cetak Sejarah, Juara Perdana FIFA ASEAN Cup 2026 di Hadapan Presiden Prabowo

Ia mengatakan gempa dan tsunami adalah bencana yang berulang. Karena itu, wilayah-wilayah yang memiliki potensi gempa tetapi belum melepaskan energinya dengan kejadian gempa harus diwaspadai.

Kejadian gempa di Sendai, Jepang juga bisa menjadi pelajaran.Wilayah tersebut pernah diguncang gempa pada 1933 sehingga pemerintah setempat kemudian membangun infrastruktur mitigasi gempa.

“Namun, seorang ahli Jepang menyatakan generasi muda Jepang banyak yang lupa dengan kejadian bencana. Akibatnya, saat Sendai dilanda gempa lagi pada 2011, di tempat yang sama, masyarakat yang menjadi korban cukup banyak,” katanya.

Baca Juga :  ADPI Lakukan Kunjungan Persahabatan ke Faculty of Education, Universiti Kebangsaan Malaysia

Meskipun menyebut gempa dan tsunami adalah bencana yang berulang, Doni Monardo mengatakanh hingga saat ini belum ada satu pun teknologi di dunia yang bisa memperkirakan kapan akan terjadi gempa. “Karena itu, kita harus waspada dan meningkatkan kesiapsiagaan serta mitigasi bencana,” katanya. (*)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Indonesia Cetak Sejarah, Juara Perdana FIFA ASEAN Cup 2026 di Hadapan Presiden Prabowo
ADPI Lakukan Kunjungan Persahabatan ke Faculty of Education, Universiti Kebangsaan Malaysia
Perkuat Ekosistem Digital Aviasi, IAS Hadirkan Layanan Airport Assistance Joumpa di wondr by BNI
Rahmat Saleh Salurkan Bantuan Tanggap Darurat untuk Korban Galodo di Solok
Calon Ketua Umum DPP AMPI Zigo Rolanda Perkuat Silaturahmi dengan Kader Sumut
Jelang Muktamar Muhammadiyah, 10 PWM Sepakati Risalah Bukitinggi
Rahmat Saleh Dorong Keterbukaan Tata Niaga Impor Gula
ADPI Sukses Launching IADP melalui Technical Guidance Book Chapter Writing – Springer.
Tag :

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 14:08 WIB

Indonesia Cetak Sejarah, Juara Perdana FIFA ASEAN Cup 2026 di Hadapan Presiden Prabowo

Senin, 5 Oktober 2026 - 17:39 WIB

ADPI Lakukan Kunjungan Persahabatan ke Faculty of Education, Universiti Kebangsaan Malaysia

Rabu, 30 September 2026 - 17:37 WIB

Perkuat Ekosistem Digital Aviasi, IAS Hadirkan Layanan Airport Assistance Joumpa di wondr by BNI

Rabu, 23 September 2026 - 10:46 WIB

Rahmat Saleh Salurkan Bantuan Tanggap Darurat untuk Korban Galodo di Solok

Selasa, 22 September 2026 - 12:04 WIB

Calon Ketua Umum DPP AMPI Zigo Rolanda Perkuat Silaturahmi dengan Kader Sumut

Berita Terbaru

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB