Padang, Prokabar — Pemerintah Kota Padang melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kota Padang menggelar Bimbingan Teknis Penyusunan atau Review Masterplan Smart City dan Quick Win tahap empat di Ruang serba guna Bagindo Aziz Chan, Jumat (2/11). Kegiatan ini digelar atas kerjasama dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika RI sebagai implementasi Gerakan 100 Smart City yang dicanangkan oleh Pemerintah Pusat.
Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) Andrari Grahitandaru selaku pemateri menjelaskan bahwa bimtek tahap ini merupakan penajaman dari draf masterplan yang telah dibuat dan disusun. “Bimtek satu, dua, tiga dan empat telah terlaksana, dan target tersusunya masterplan sudah terwujud. Bimtek kali (tahap IV) merupakan penyempurnaan dan serta menjaring usulan setiap peserta,” terangnya.
Dari rangkaian Bimtek yang telah dijalani, dirinya menilai Padang merupakan kota yang unik, karena saat ini pemerintahannya baru (selesai pemilihan Walikota dan Wakil Walikota), sehingga masterplan dan program quick win ini menjadi dasar bagi Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD). “Yang paliling penting dalam Masterplan ini adanya kolaborasi, integrasi dan road map jangka panjang yang menjadi dasar RPJMD,” ungkapnya.
Lebih lanjut ia mengatakan, saat kota Padang menuju Smartcity maka ada branding yang melibatkan tiga hal, visi misi, pariwisata dan wajah kota.
“Dengan menetapkan pariwisata sebagai branding maka ketiga hal tadi tentunya termasuk,” jelasnya.
Sementara untuk Quick Win yang ditonjolkan untuk Kota Padang adalah perdagangan. “Dari 100 gerakan smartcity di indonesia yang menonjolkan perdagangan adalah kota Padang. Tentunya ini disokong dengan Smart ekonomi diantaranya melalui transaksi non tunai,” sambungnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kominfo Padang, Suardi mengharapkan bimtek ini bisa menghasilkan Quick Win smart city untuk kota Padang yang efektif dan sinergis dengan seluruh stakeholder dalam bentuk inovasi guna mempercepat komitmen bersama menjadikan Padang dua kali tambah baik.
“Langkah ini bagian strategi dan pendekatan komprehensif, inklusif, efektif dan efisien sebagai strategi mewujudkan smart city yang menjadi tren pembangunan kota di dunia yang harus diadopsi oleh daerah,” katanya.
Pada Bimtek pertama telah menghasilkan analisa kesiapan daerah, analisa gap, dan misi pembangunan smart city dan pada Bimtek kedua telah merumuskan analisa smart city daerah, analisa tren dan perilaku, dan analisa daya saing kota serta analisa kelembagaan daerah dengan stakeholder.
“Lalu bimtek ketiga memantapkan kerangka juga menentukan kemana padang dengan Smart City nya dan Kali ini (Bimtek ke IV) kita penyempurnaan rumus Smartcity dalam pembangunan daerah, baik jangka pendek, jangka menengah dan jangka panjang,” katanya
Oleh karena itu, melanjutkan, program ini perlu didukung secara bersama-sama sehingga mampu meretas persoalan yang ada dengan mengoptimalkan pelayanan untuk Padang yang dua kali lebih baik. (hdp)
















