Masih Ada Perkampungan Terisolir di Pasaman, Ini Upaya Pemprov Sumbar

Penulis -

Minggu, 9 Desember 2018 - 21:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pasaman, Prokabar — Penuh perjuangan hingga harus bertaruh nyawa masyarakat saat melintasi jalan Tapus-Muaro Seilolo, Kecamatan Mapattunggul Selatan ternyata ditanggapi anggota DPRD Provinsi Sumatera Barat.

Anggota Komisi V Fraksi Partai Demokrat, Sabar AS menjelaskan, anggaran Rp10 miliar telah dikucurkan sepanjang tahun 2018.  “Hal itu untuk pengaspalan sekitar dua kilometer dan tambahannya rehap pada lokasi yang mendesak atau parah.

Baca Juga :  Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

“Pembangunan itu mulai dari arah Tapus atau Simpang Tapus lama. Sebagai wakil rakyat, saya meminta warga bersabar. Pihak provinsi terus menganggarkan pembangunan ruas jalan Tapus menuju Muaro Sunagui Lolo ini,” kata Sabar, Minggu (9/12).

Diakui Sabar, jalan itu menjadi tanggungjawabnya provinsi lantaran bakal menghubungkan antar kabupaten, yakni Pasaman-Lima Puluh Kota.

Baca Juga :  Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

“Butuh anggaran yang sangat besar. Makanya pengerjaan pengaspalan dilakukan secara bertahap,” kata Sabar.

Untuk anggaran tahun 2019, pengaspalan akan diarahkan pengerjaannya dari Simpang Tigo Koto Panjang menuju Bangkok Silayang.

“Ruas jalan tersebut sangat prioritas untuk membuka akses masyarakat Mapattunggul Selatan dari ketertinggalan atau terisolir.

Baca Juga :  Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Itu sudah menjadi program yang kita ajukan ke Pemprov Sumbar. Akses jalan itu nantinya untuk pengembangan wilayah serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat. Juga menguntungkan bagi masyarakat Panti-Rao. Karena lalu lintas Pasaman menuju Lima Puluh Kota dapat mengurangi waktu tempuh dibandingkan lewat jalur Pasaman-Bukittinggi,” tutup Sabar. (Ola)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar
HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering
Keputusan Tim Keabsahan PORPROV Dipertanyakan, KONI Padang Pariaman Sebut Kasus Atlet Tentrem Pangestuti Belum Tuntas
Dibalut Tradisi Makan Bajamba, Malam Resepsi HUT ke-81 Sumbar Perkuat Kebersamaan dan Kolaborasi
KAI dan Polda Sumbar Perkuat Kolaborasi Hadapi Potensi Ancaman Terorisme di Moda Transportasi Kereta Api

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:55 WIB

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Senin, 5 Oktober 2026 - 07:30 WIB

Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 15:13 WIB

HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering

Berita Terbaru

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB