Masih Ada 70 Titik Blankspot, Pemkab Solsel Ajukan Pembangunan 17 BTS ke Kominfo

Penulis -

Senin, 13 Januari 2020 - 14:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Padang Aro, Prokabar – Pemerintah Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat mengusulkan pembangunan 17 unit Base Transceiver Station (BTS) ke Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia.

“Usulan kami sudah masuk dalam aplikasi milik Bakti dan 17 titik tersebut merupakan kawasan tanpa sinyal sama sekali,” kata Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Solok Selatan,Syamsurizaldi Padang Aro, Senin.

Pengusulan pembangunan BTS paling banyak di Kecamatan Sangir Batang Hari sembilan titik dan semuanya di Lubuk Ulang Aling yang merupakan daerah sulit di Solok Selatan.

Baca Juga :  Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh

Seterusnya di Kecamatan Sangir Balai Janggo tiga titik dan Sangir, Sangir Jujuan, Pauah serta Koto Parik Gadang Diateh masing-masing satu titik.

Dia mengatakan, pada 2019 tidak ada bantuan BTS dari Bakti Kominfo di wilayah Barat Indonesia sehingga baru diusulkan tahun ini.

Baca Juga :  KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

“Pengusulan BTS ke Bakti merupakan salah satu upaya pemerintah untuk membebaskan daerah dari blankspot,” katanya.

Selain itu pihaknya juga mengusulkan pembangunan ulang BTS di Talantam yang rusak akibat diterjang banjir pada akhir Desember 2019.

Dia menyebutkan, saat ini blankspot di Solok Selatan ada 70 titik dan 2019 tidak ada pembangunan menara baru baik dari Bakti maupun provider.

“Tahun ini kami tetap mengajukan pembangunan menara telekomunikasi kepada provider agar titik blankspot bisa secepatnya dapat sinyal,” ujarnya.

Baca Juga :  Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Sekarang di Solok Selatan terdapat 54 menara BTS milik provider dan seluruhnya sudah membayar retribusi kepada daerah.

Dari 54 menara yang membayar retribusi pemerintah daerah mendapatkan Rp255 juta.

Pembayaran retribusi BTS nilainya berdasarkan pengawasan menara bukan lagi berdasarkan NJOP jadi penghitungannya berdasarkan Ketinggian menara, lokasinya jauh apa dekat. (*/mbb)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 
Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh
KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api
KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar
HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 12:01 WIB

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:56 WIB

Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh

Rabu, 7 Oktober 2026 - 09:21 WIB

KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Berita Terbaru

Daerah

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Okt 2026 - 12:01 WIB

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB