Masalah Kebiasannya Minum Tuak Diributkan, Kadiskominfo Pasaman Angkat Bicara

Penulis -

Rabu, 26 Agustus 2020 - 09:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pasaman, Prokabar — Jagad raya informasi di Pasaman heboh. Beredar info tak sedap Kadiskominfo Pasaman, Willyam Hutabarat digunjingkan dan diberitakan suka minum tuak. Bahkan dikait-kaitkan dengan misi Pemkab Pasaman yang agamis. Tidak mendukung visi misi lah atau semacamnya. Terpojok Kadiskominfo Willyam Hutabarat.

Pada Prokabar.com, Willyam Hutabarat mengaku, sangat menyesalkan pemberitaan oleh media-media yang sentimen pada dirinya. Bahkan membawa-bawa akidah, itu dinilai Willyam adalah tindakan yang diskriminatif.

“Santai saja, kawan-kawan yang sentimen pada saya saja mainnya kurang jauh. Atau kurang memahami pula, kode etik dan batasan sebuah berita. Saya akui, memang saya minum tuak di saat tertentu, tapi saya ingat ada batasan. Darah keturunan dan akidah saya berbeda dengan kawan-kawan sentimen itu, disamakan pula kebiasaan dalam memakan atau meminum suatu hal, mana pula cocok,” kata Willyam.

Baca Juga :  Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Menurut Willyam, suka atau tidak, sering atau jarang minum tuak, itu adalah hak pribadinya. Urusan dengan visi misi Pemkab Pasaman yang agamis, sebagai ASN ia bertindak mendukung visi misi pemerintah dengan disiplin dan tau aturan.

Baca Juga :  Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

“Saya ASN, di lain sisi saya masyarakat biasa pula, punya hobi kebiasaan dan semua hak pribadi lainnya. Ketika saat memakai baju ASN, ya saya patuh aturan. Saat jadi orang biasa, itu hak saya mau mengapanya,” lanjut Willyam.

Tidak itu saja, sebagai orang berdarah utara (mandailing) atau batak, minum tuak merupakan sebuah kebiasaan. Saat duduk di lapo atau bercanda gurau dengan rekan seperjuangan di waktu santai.

Baca Juga :  KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

“Kawan yang sentimen itu saja mainnya kurang jauh. Seperti tidak punya dosa saja. Urusan agamis atau taat pada keimanan, itu urusan masing-masing antara individu dan Tuhan. Jangan dikacau semuanya, apalagi pemberitaan. Banyak-banyaklah membaca, jangan hanya karena unsur sakit hati atau semacamnya, masalah pribadi saya diobok-obok ke kalayak umum. Santai saja la, ada masanya kawan-kawan perlu dengan saya,” ulasnya mengakhiri. (Ola)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar
HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering
Keputusan Tim Keabsahan PORPROV Dipertanyakan, KONI Padang Pariaman Sebut Kasus Atlet Tentrem Pangestuti Belum Tuntas
Dibalut Tradisi Makan Bajamba, Malam Resepsi HUT ke-81 Sumbar Perkuat Kebersamaan dan Kolaborasi
KAI dan Polda Sumbar Perkuat Kolaborasi Hadapi Potensi Ancaman Terorisme di Moda Transportasi Kereta Api

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:55 WIB

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Senin, 5 Oktober 2026 - 07:30 WIB

Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 15:13 WIB

HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering

Berita Terbaru

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB