Daerah

Martias Wanto: Pemandu Wisata Adalah Ujung Tombak Pariwisata

Lubuk Basung, Prokabar – Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Agam memberikan pelatihan kepada 40 orang pemandu dan calon pemandu wisata se-Kabupaten Agam, Senin hingga Rabu (16-18/9). Dalam pelatihan tersebut, Sekretaris Daerah Kabupaten Agam, Martias Wanto berkesempatan memberi motivasi kepada seluruh peserta untuk meningkatkan kemampuannya melayani dan wawasan tentang destinasi yang dikembangkan peserta.

Menurutnya, pemandu merupakan ujung tombang pariwisata Agam karena pelayan pertama yang memandu wisatawan di sebuah objek wisata. “Untuk itu, pemamdu harus memiliki kecakapan dan wawasan luas mengenai destinasi wisata yang dikelolanya,” terangnya.

Dari Pemerintah Kabupaten Agam sendiri terus berupaya membantu masyarakat dalam pengembangan wisata, sehingga meningkatkan kesejahteraan masyarakat. “Salah satu contohnya meningkatkan sumber daya manusia berupa pelatihan yang telah dilaksanakan beberapa kali oleh Pemerintah Daerah melalui dana Pemerintah Pusat maupun Dana Pemda Agam sendiri,” terang Sekdakab Agam Tersebut.

Pemandu beserta seluruh lapisan masyarakat juga harus mampu mengembangkan cerita rakyat, sebagai daya tarik wisatawan dalam memaparkan sejarah suatu objek yang dikelola. “Saya misalkan kisah Bujang Salapan yang terkait terbentuknya Danau Maninjau. Di Sekitar Linggai, terdapat sebuah Pulau Bangau. Itu dapat dikaitkan kisahnya dengan Pulau Legenda yang ada di Koto Malintang. Agar cerita semakin menarik, masyarakat bisa membuat ceritra tokoh Si Tanjung dengan Sani,” usulnya.

Kabupaten Agam, memiliki keindahan terlengkap di Sumatra Barat. “Kita dianugrahi alam dan sejarah terhebat di Sumatra Barat ini. Kita punya keindahan alam Ngarai, Danau, Tarusan, Lembah, Gunung, Laut, Hutan dan sebagainnya. Nah, yang terpenting adalah bagaimana kita mengemas, mengelola dan mengembangkannya lagi. Belum lagi kulinernnya,” tutur ASN Senior Kabupaten Agam tersebut.

Ia berharap, pemandu dan seluruh masyarakat untuk lebih kreatif, inofatif dan gigih dalam mengembangkan disetinasi wisata yang ada. “Potensi peningkatan perekonomian masyarakat, tertumpang dengan pariwisata ini. Karena kita tidak memiliki Tambang Emas yang berlimpah kecuali kekayaan keindahan alam ini,” ulasnya.

Martian juga menambahkan Kehadiran penggiat, pemerhati, komunitas dan seluruh komponen lainnya, berperan aktif dalam memajukan pariwisata Agam. “Kita apresiasi Komunitas Pemuda Generasi Hamka Tanjung Raya, yang telah mengiatkan pergerakan di tengah masyarakat. Kita dukung komunitas ini, agar terus berkarya dan meningkatkan kemampuan mereka dalam pengembangan Wisata Sejarah, Religius dan Edukasi di Kampung Halaman Buya Hamka tersebut,” pungkasnya. (rud)

Berani Komen Itu Baik
Loading...
To Top