Maroko Menatap Final; Berkah Orang Tua dan Tim yang Paling Dicintai di Piala Dunia 2022

Penulis -

Senin, 12 Desember 2022 - 21:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pemain Maroko, membawa orang tua masing-masing ke Qatar (reuters)

Pemain Maroko, membawa orang tua masing-masing ke Qatar (reuters)

Doha, bolabeten – Maroko tiba-tiba mengejutkan dunia. Wakil Afrika ini berhasil menembus babak semifinal Piala Dunia 2022. Tidak hanya menjadi tim paling sensasional, tapi tim berjuluk The Lions Atlas jadi tim yang paling dicintai.

Pencapaian itu terasa spesial berkali-kali lipat dari berbagai sisi. Pertama, semifinal menjadi pencapaian terbaik Maroko dari total enam partisipasi di Piala Dunia. Sekarang Maroko menatap laga final sebagai impian berikutnya.

Kedua, Maroko menjadi tim Afrika pertama yang mencapai babak semifinal. Ketiga, Maroko berada di empat besar dengan mengalahkan tim-tim unggulan, seperti Portugal, Spanyol, dan Belgia.

Faktor-faktor itu yang membuat pelatih timnas Maroko Walid Regragui yakin orang-orang di seluruh dunia kini mendukung tim negar Maghribi di Afrika Utara ini.

Bukan Tim Bertabur Bintang
Pernyataan Regragui itu jelas sangat mungkin terjadi. Orang-orang pada dasarnya selalu berharap ada cerita-cerita heroik saat tim yang tidak diunggulkan menggulingkan tim favorit.

Maroko punya semua aspek yang membuat mereka tidak diunggulkan. Maroko bukanlah tim bertabur bintang dan juga bukan negara yang kaya.

“Kami adalah tim yang dicintai di Piala Dunia tahun ini karena kami menunjukkan kepada dunia bahwa sukses tidak melulu memerlukan banyak pemain bintang dan uang yang banyak,” ucap dia dilansir dari ESPN.

Baca Juga :  Liga 2 Kembali Memakan Korban, Semen Padang FC Pecat Pelatih Nilmaizar

Bukan Keajaiban
Pencapaian Maroko yang ajaib itu ditegaskan oleh Regragui bukanlah sebuah keajaiban. “Tidak ada keajaiban di sini,” katanya.

“Tapi bagaimanapun, kami telah mengalahkan Belgia, Spanyol, dan Portugal tanpa kebobolan. Kami telah membuat orang-orang sekitar kami, masyarakat Afrika, dan banyak orang jadi bahagia,” lanjut Regragui.

Maroko melewati lima laga dengan sekali kebobolan, itu pun karena gol bunuh diri kontra Kanada. Sisanya, Maroko melumat Belgia (2-0), Spanyol (0-0, 3-0 penalti), dan Portugal (1-0).

Mentalitas Generasi Emas
Yassine Bounou, kiper Maroko yang menjadi pahlawan pada babak 16 besar lalu, turut mengatakan bahwa timnya saat ini punya mentalitas kuat.

Generasi emas Maroko tak mau menganggap diri mereka inferior di depan tim-tim besar Eropa. “Maroko siap menghadapi siapapun di dunia,” kata Bounou.

“Kami telah mengubah mentalitas generasi setelah kami. Mereka tahu bahwa pemain-pemain Maroko dapat menciptakan keajaiban,” sambungnya.

Berkah Orang Tua
Sukses menembus fase perempatfinal Piala Dunia 2022. Singa Atlas mendedikasikan keberhasilan mereka untuk orang tua para pemain.

Ada pemandangan menarik setelah Achraf Hakimi mencetak gol penalti penentu kemenangan Maroko. Bintang Paris Saint-Germain itu berlari ke arah tribun dan memeluk perempuan paruh baya yang memakai hijab.

Baca Juga :  Liga 2 Kembali Memakan Korban, Semen Padang FC Pecat Pelatih Nilmaizar

Usut punya usut, perempuan yang dipeluk Hakimi adalah Saida Mouh. Dia adalah ibunda dari sang pemain yang pernah bekerja sebagai asisten rumah tangga untuk menghidupi Hakimi di Spanyol.

“Ibu saya membersihkan rumah-rumah dan bapak saya berjualan di pinggir jalan. Kami datang dari keluarga sederhana yang berjuang untuk mencari penghidupan,” kata Hakimi tentang kisah keluarganya.

“Hari ini saya berjuang demi mereka. Mereka sudah mengorbankan hidup mereka buat saya,” ujarnya.

Maroko Cinta Keluarga
Achraf Hakimi bukan satu-satunya pemain Maroko yang membawa orang tuanya ke Qatar. Melansir Al Jazeera, Singa Atlas membuka pintu lebar-lebar bagi keluarga pemain menemani mereka di Piala Dunia 2022.

Instruksi itu diberikan presiden Federasi Sepakbola Maroko, Fouzi Lekjaa, dan pelatih Walid Regragui. Anggota keluarga para pemain Maroko berhak mendapat perjalanan inklusif ke Qatar.

“Kesuksesan kami tidak mungkin tanpa kebahagiaan orang tua kami,” ujar Walid Regragui, dikutip dari Al Jazeera.

Alhasil, markas Timnas Maroko di Hotel Myndham Doha West Bay dipenuhi orang tua dan sanak keluarga para pemain. Mereka menghabiskan beberapa hari berkeliling hotel, berfoto bersama, dan menceritakan dengan bangga anak-anak mereka yang tampil membela panji negara di Piala Dunia 2022.

Baca Juga :  Liga 2 Kembali Memakan Korban, Semen Padang FC Pecat Pelatih Nilmaizar

“Sepanjang kariernya sebagai pemain dan sebagai pelatih, saya tidak pernah bepergian untuk menontonnya,” tutur Fatima, ibu Walid Regragrui.

“Saya sudah tinggal di Prancis selama lebih dari 50 tahun dan ini adalah kompetisi pertama saya meninggalkan Paris,” ungkapnya.

Kisah soal hubungan erat orang tua dan anak mewarnai kemenangan-kemenangan Maroko di Piala Dunia 2022. Pasalnya pemain-pemain Maroko melakukan selebrasi usai laga dengan menghampiri orang tua yang berada di tribune.

 

Dikutip dari Al Jazeera, pelatih Walid Regragui dan Ketua Umum Federasi Sepak Bola Maroko Fouzi Lekjaa merupakan sosok di balik keberadaan orang tua-orang tua pemain di Qatar.

Regragui dan Lekjaa menginstruksikan anggota keluarga yang dipilih para pemain berhak mendapatkan tiket dan akomodasi ke Piala Dunia 2022.

Sang pelatih pun menyuratkan pesan mengenai pentingnya keberadaan orang tua bagi para pemain. “Sukses kami tidak mungkin tanpa kebahagiaan orang tua kami,” ucap Regragui.

Kebersamaan pemain dan orang tua mereka pun menjadi pemandangan tersendiri selama perhelatan Piala Dunia 2022.

Maroko yang semula tidak diperhitungkan kini menjadi salah satu dari empat semifinalis yang akan berlaga memperebutkan tiket final.(*)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Liga 2 Kembali Memakan Korban, Semen Padang FC Pecat Pelatih Nilmaizar
Besok Malam, Indonesia vs Vietnam: Ujian Sesungguhnya untuk Tim Garuda
Hasil Piala AFF: 3 Gol dalam 7 Menit, Indonesia Hajar Timor Leste dan Puncaki Klasemen
Preview Timor Leste vs Indonesia; Bukan Soal Menang, tapi Berapa Gol yang akan Dicetak Tim Garuda
Debut Langsung Hetrik di Timnas Indonesia, Mithcell Baker: Mimpi yang Jadi Nyata!
Prediksi Starting XI Timnas Indonesia vs Kamboja Malam Ini; Rizky Ridho Kapten, Profesor Haye akan jadi Jendral Lapangan Tengah
Malam Ini, Timnas Indonesia Vs Kamboja di Piala AFF 2026: Tidak Ada Cerita Imbang, Apalagi Kalah!
Ditargetkan Juara, Inilah 26 Pemain Timnas Indonesia untuk Piala AFF 2026

Berita Terkait

Senin, 5 Oktober 2026 - 19:32 WIB

Liga 2 Kembali Memakan Korban, Semen Padang FC Pecat Pelatih Nilmaizar

Minggu, 2 Agustus 2026 - 19:59 WIB

Besok Malam, Indonesia vs Vietnam: Ujian Sesungguhnya untuk Tim Garuda

Jumat, 31 Juli 2026 - 19:31 WIB

Hasil Piala AFF: 3 Gol dalam 7 Menit, Indonesia Hajar Timor Leste dan Puncaki Klasemen

Kamis, 30 Juli 2026 - 19:33 WIB

Preview Timor Leste vs Indonesia; Bukan Soal Menang, tapi Berapa Gol yang akan Dicetak Tim Garuda

Selasa, 28 Juli 2026 - 20:01 WIB

Debut Langsung Hetrik di Timnas Indonesia, Mithcell Baker: Mimpi yang Jadi Nyata!

Berita Terbaru

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB