Mari Memaknai Ulang Hari Raya Idul Fitri

Penulis -

Jumat, 22 Mei 2020 - 21:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh : Sidi Boby Lukman Piliang
Pekerja Media

Apa yang kita pikirkan saat Ramadhan tinggal hitungan menit dan Idul Fitri menjelang. (Mungkin) bagi sebagian orang Ramadhan adalah penjara waktu yang amat menyiksa. Sebagian lagi menganggap Ramadhan bulan untuk menjalankan ritual menahan haus dan lapar di siang hari dan melahap berbagai makanan di malam harinya.

Namun bagi mereka yang memahami Ramadhan, mereka pasti akan bersedih dan berdoa kepada Yang Maha Kuasa agar bisa dipertemukan lagi dengan bulan berkah ini tahun depan. Kita tentu tahu berada di barisan yang mana.

Baca Juga :  Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Seperti halnya Idul Fitri Ramadhan tahun ini juga harus dijalani dengan berbeda. Ramadhan dan Idul Fitri 2020 ini dijalani ditengah wabah virus corona yag sampai saat ini belum ada satupun vaksin yang mampu melawannya. Saya dan tentu saja kita semua, tentu berharap agar wabah ini segera berlalu dan kita akan menjalani hari hari seperti sediakala.

Kembali ke Idul Fitri, selama ini perayaan lebaran bagi kanak-kanak kita adalah tentang kegembiraan yang diukur dengan pakaian, sepatu dan segala atribut yang serba baru. Mereka karena pemahaman kita yang rendah menjadikan Idul Fitri sebagai karnaval tahunan (perayaan dengan pakaian yang baru). Tanpa kita sadari kita telah keliru memperkenalkan Idul Fitri kepada mereka. Di tengah pandemi seperti saat ini, kita tentu harus memperkenalkan mereka dengan Lebaran yang berbeda. Lebaran di tengah terjangan badai Corona.

Baca Juga :  Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Karena itu, kita harus memaknai ulang Idul Fitri sebagai moment untuk merenungkan perjalanan Ibadah kita selama 30 hari penuh yang akan berakhir esok hari. Kita tidak bisa mengklaim kita telah suci seperti layaknya bayi yang baru lahir, lalu kemudian boleh berpesta pora karena yakin tahun depan khan dipertemukan dengan Ramadhan lagi. Sungguh naif sekali.

Baca Juga :  Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Saya hanya berdoa, semoga tidak termasuk dalam bagian mereka mereka yang menganggap Idul Fitri sebagai ritual tahunan dan harus dimodifikasi. Saya hanya berharap apa yang saya lakukan selama 30 hari di bulan Ramadhan adalah ibadah yang berguna bagi saya dan modal nanti di akhirat. Taqabbalallahu minna wa minkum. Selamat Idul Fitri 1441 H. Minal Aidzin Walfaidzin. Mohon Maaf Lahir dan Bathin. (*)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Penanganan Karhutla Indonesia Berbasis Teknologi
Pendidikan Gratis, Jalan Menuju Indonesia yang Cerdas, Adil dan Makmur
IKHLAS itu MUDAH
Menata Ulang Lanskap Kebijakan Kesejahteraan: Dari Ilusi Desil Menuju Taksonomi Pendapatan Berbasis Keadilan Konstitusional
Sekolah Berbasis Potensi, Minat dan Bakat Anak
Munajat Cinta di Sepenggal Tanah Surga
Muktamar NU ke-35, Menentukan Arah Khidmah NU dan Masa Depan Umat
Di Tanah Kelahiran, Harapan Kami Menggantung di Ujung Pena Regulasi
Tag :

Berita Terkait

Selasa, 29 September 2026 - 11:11 WIB

Penanganan Karhutla Indonesia Berbasis Teknologi

Selasa, 29 September 2026 - 10:10 WIB

Pendidikan Gratis, Jalan Menuju Indonesia yang Cerdas, Adil dan Makmur

Minggu, 13 September 2026 - 05:44 WIB

IKHLAS itu MUDAH

Rabu, 2 September 2026 - 13:57 WIB

Menata Ulang Lanskap Kebijakan Kesejahteraan: Dari Ilusi Desil Menuju Taksonomi Pendapatan Berbasis Keadilan Konstitusional

Senin, 31 Agustus 2026 - 15:36 WIB

Sekolah Berbasis Potensi, Minat dan Bakat Anak

Berita Terbaru

Daerah

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Okt 2026 - 12:01 WIB

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB