Tanjung Raya, Prokabar – Kabar gembira datang dari Nagari Maninjau, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Sumatra Barat. Pasalnya, Pemerintah Kabupaten Agam terus fokus mensukseskan Program Save Maninjau secara terpadu.
Agar program berjalan dengan baik, peran serta seluruh masyarakat dan pemerintahan nagari harus ikut andil. Dalam hal itu, Pemerintah Kecamatan Tanjung Raya terus berusaha menggerakan masyarakat untuk bersama-sama mengajak masyarakat lainnya, peduli terhadap kelestarian Danau Maninjau tersebut.
Menurut Camat Tanjung Raya, Handria Asmi, Danau Maninjau dahulunya sangat terkenal dengan potensi wisatanya. Bahkan banyak dikunjungi touris Eropa dan Malaysia. Namun sejak terlalu banyaknya keramba jaring apung, merusak pemandangan hingga mencemari air danau, kunjungan wisata semakin merosot.
“Memang tujuan goro pada hari ini tentu saja menyambut baik, Insya Allah tahun ini delapan nagari kita upayakan mengikuti prioritas dari kabupaten. Salah satunya adalah pembuatan dermaga atau tambatan perahu di tiap nagari,” terangnya.
Ia melanjutkan ini dalam rangka kembali menarik minat kunjungan wisata. Tapi tentu saja kita mulai dari hal yang terkecil.
“Sesuai kegiatan hari ini, masyarakat nagari Maninjau melaksanakan gotong royong di Pantai Sikabu. Sesuai diskusi dan kesepakatan Walinagari Maninjau, Alfian direncanakan melengkapi fasilitas mushalla, mck, tambatan perahu serta alat rekreasi lainnya,” ungkap Handria.
Selain Walinagari Maninjau, kita juga dapat melihat kehadiran Walinagari Sungai Batang, Hendra Joni. Kehadiran seluruh Perangkat Nagari, Kepala Jorong Se-Nagari Maninjau dan tokoh masyarakat lainnya. “Hal ini menujukan dukungan dan partisipasi masyarakat. Dan kita tentu sangat mendukung dan mengapresiasi semangat kerja sama ini,” tuturnya.
Ketika kita bersama, lanjutnya. Ketika kita ingin menciptakan sesuatu lebih besar, tentu kita mulai dari hal terkecil. “Peran Pemerintah Kabupaten Agam sangat besar di sini. Karena setiap SKPD harus menganggarkan kegiatannya untuk Save Maninjau. Mudah-mudahan kegiatan dapat bermanfaat untuk kita bersama,” kata Camat Tanjung Raya tersebut.
Tidak hanya itu, setelah membuka dan menghidupkan kembali pantai-pantai wisata di delapan nagari ini, Pemerintah Kecamatan Tanjung Raya bersama Pemerintah Nagari akan menggelar ivent-ivent kecil. Seperti Lomba Perahu Sampan Tradisional Danau Maninjau, Lomba Silat, Tambua Tasa serta kesenian budaya unik lainnya. “Dengan pegelaran ivent, jelas akan mengundang keramaian dan meningkatkan kunjungan wisatawan. Dengan sendirinya, perputaran ekonomi akan hadir seiring peningkatan pariwisata tersebut,” pungkasnya. (rud)
















