Pariaman, Prokabar — Proses Pembelajaran Muatan Lokal Bahasa dan Sastra Minangkabau (Mulok BSM) sudah bisa dilaksanakan tahun ajaran 2020/2021 ini di setiap SD, SMP/Mts Se-Kota Pariaman. Meski dalam keadaan sa adanya, menjelang perangkat pembelajaran berupa kurikulum, silabus, RPP, SKL, buku, paket dan sebagainya rampung disusun oleh tim pengembang kurikulum.
Pernyataan tersebut disampaikan langsung Kepala Bidang Dikdas Dikpora Kota Pariaman, Yurnal, Kamis (25/6). Ungkapan membahagiakan terhadap kearifan lokal Budaya Alam Minangkabau terhadap generasi penerus itu berlangsung di saat kegiatan Lokakarya SMPN 3 Pariaman, di Jalan Imam Bonjol, Desa Cimparuah, Kecamatan Pariaman Tengah, Kota Pariaman.
“Jadi ibaraik mobil baru yang belum lengkap onderdilnya, tapi sudah bisa jalan. Karena keadaan mendesak, ia harus musti jalan, ya kita jalankan bagaimana bisanya dulu. Dimana takendalanya, nanti kita perbaiki,” terang Yurnal.
Pada kesempatan itu juga dimohon tindak lanjut dari Dikpora Kota Pariaman untuk melakukan pembinaan atau pembekalan khusus kepada calon guru Mulok BSM. Agar hasil out put dari pembelajaran Mulok ini sesuai harapan. Sebab yang akan mengajarkan BSM ini adalah eks guru BAM Kota Pariaman umumnya lulusan Sastra Minangkabau FIB UNAND.
“Untuk mewujudkan generasi Minangkabau yang utuh saat ini tentu bukanlah perkara mudah. Apalagi terkait spesifik kearifan lokal dan adat salingka nagari. Dan Dikpora Kota Pariaman sudah merancang hal-hal tersebut. Namun karena hiruk pikuk corona, cukup membuat banyak agenda tidak bisa dilaksanakan,” tutur Yurnal kembali.
Sementara itu, Romi Sastra salah seorang guru Mulok BSM Kota Pariaman menyatakan, sangat besar harapan dengan kembalinya Mulok Keminangkabauan ini di Kota Pariaman. Diharapkan dapat menjadi percontohan bagi kabupaten/kota lainnya. Layak untuk diperjuangkan dan dipertahankan sampai kapan pun. Demi menjaga keutuhan Minangkabau dalam bingkai Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah (ABSSBK) generasi ke generasi.
“Terimakasih Kota Pariaman, teristimewa Bapak Yurnal. Terimakasih Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Unand terutama kepada bapak DR. Hasanuddin bersama Tim dari UNP. Semoga jerih payah bapak dan Ibu semua dicatat tinta emas dalam sejarah Minangkabau. Serta menjadi pahala jariyah atas lestarinya Adat Basandi Syarak Syarak Basandi Kitabullah dari generasi ke generasi Minangkabau ini,” pungkas Romi. (rud)
















