Daerah

Mantap, Jurnalis Milenial Ini Liput Situs Ulama Ranah Minang

Agam, Prokabar — Sejumlah pelajar jurnalis milenial asal SMA Negeri 1 Tanjung Raya_Maninjau mulai terjun kelapangan untuk belajar teknik wawancara ke tiga lokasi situs wisata religius, di Nagari Sungai Batang, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Sabtu (19/10). Kunjungan pertama mereka ke Museum Rumah Kelahiran Buya Hamka.

Di sana pelajar tersebut melihat, mengamati, dan membaca segala informasi yang terpampang di ruangan maupun di luar museum. Mendapat penjelasan dari seorang penjaga yang sudah lama bertugas di sana. Selain itu, mereka juga bertemu sejumlah pengunjung dari Malaysia dan Pekanbaru, sehingga sempat berbagi informasi dan pengalamannya.

“Perjalanan ini sangat menyenangkan dan bermanfaat. Selain menambah ilmu sejarah dan keagamaan kita, juga mengasah kemampuan jurnalistik yang sedang giat kami kuasai,” ungkap Yulia salah seorang pelajar Jurnalistik Milenial SMA Negeri 1 Tanjung Raya_Maninjau kepada Prokabar.com, saat mengikuti perjalanan tersebut.

Pelajar berparas manis berkacamata ini pun melanjutkan, selama ini kita pelajar tidak terlalu peduli dan memahami, ternyata di daerah kita memiliki situs peninggalan ulama dengan nilai sejarah yang hebat. “Baru kali ini kita diperkenalkan situs atau peninggalan bersejarah secara terinci dan detail. Pengalaman sangat berkesan dan membuat kami terkucak kagum. Kami bangga jadi anak Danau Maninjau. Kami bangga dengan sejarah nenek moyang terdahulu,” ulasnya.

Usai mengunjungi Museum Rumah Kelahiran Buya Hamka, perjalanan dilanjutkan ke Komplek Kutub Chanah dan Makam H. Abdul Karim Amrullah (Haka) atau lebih dikenal Inyiak Dr. “Perjalanan kami kebetulan sejalan dengan kedatangan wisatawan Malaysia ke Kutub Chanah. Dan saat menyimak serta berdiskusi, ternyata mereka lebih memahami dan mendalami sejarah Ulama seperti Buya Hamka dan Haka ini. Kami hanya terpelongo saat melakukan wawancara dengan mereka,” lanjut pelajar yang akan menamatkan SMA tersebut.

Saat melaksanakan kegiatan jurnalistik itu, Yulia dan kawan-kawan berkesempatan melakukan wawancara dengan seorang pemuda Malaysia. Muhammad Hanafi Jamaluddin (40), sangat semangat memandu wisatawan yang telah berpuluhan kali membawa saudara-saudarinya berkunjung ke Kampung Halaman Buya Hamka tersebut.

“Tujuan kami membawa rombongan untuk misi melihat Museum Hamka dan Arunan surau. Dan juga sosial budaya, kearifan lokal masyarakat Sumatera Barat,” ujarnya kepada Yulia.

Hanafi melanjutkan, “Kesan saya Kala balik ke Malaysia antara boleh saya buat adalah mungkin saya akan menawarkan lebih ramai untuk orang datang ke sini. Mungkin bersama pakar-pakar yang baik dipelajari bise untuk supaya mudah-mudahan kedepannya lebih ramai untuk datang berkunjung.

Khususnya dalam rangka untuk meneladani kepribadian Buya Hamka dan tokoh-tokoh lainnya di Sumatra Barat,” pungkasnya. (rud)

Berani Komen Itu Baik

Tirto.ID
Loading...
To Top