Daerah

Mantan Wabup Mundur Jadi Ketua Parpol, Alasannya Mantul

Limapuluh Kota, Prokabar — Di saat sebahagian politisi minim prestasi mati-matian mengejar kursi Ketua Partai Politik di daerah hingga pusat, mantan Wakil Bupati di Sumatera Barat justru memilih mengundurkan diri hanya gara-gara merasa gagal menambah perolehan kursi. Sikap ini dinilai mantap betul alias mantul.

Ya, keputusan ini diambil Asyirwan Yunus, Wakil Bupati Limapuluh Kota 2010-2015, Ketua DPC Partai Hanura Limapuluh Kota. “Saya pamit, mundur,” kata Asyirwan, kepada Prokabar, Rabu (7/8).

Asyirwan Yunus mengirim pesan pribadi ke Prokabar, sembari melampirkan surat pengunduran dirinya. “Kasih tau teman-teman media, sebab saya terpilih tampak muka , mundurpun mesti tampak punggung,” jelas Asyirwan Yunus.

Bekas anggota DPRD Sumatera Utara yang asli Pangkalan Koto Baru itu menyebut, dia mundur sebagai wujud komitmennya kepada masyarakat dan teristimewa kader parpol Hanura , pimpinan Oesman Sapta Odang (OSO).

“Lebih ke pembelajaran politik. Sebab, politisi yang ucapan dan sikapnya tidak sejalan, itu sudah terlalu banyak. Kita tidak ingin mainstream. Maunya berintegritas dan bermoral,” jelas Asyirwan.

Dia memohon maaf kepada Ketum Hanura dan seluruh kader, tidak dapat menambah perolehan suara dan kursi di DPRD Limapuluh Kota. “Dulu, kursi di DPRD ada 4. Sekarang masih 4. Harusnya naik, begitu juga untuk DPRD Sumbar, kita gagal,” terang Asyirwan Yunus.

Surat pengunduran diri Asyirwan Yunus ini, dia tembuskan ke Ketua DPD Hanura Sumbar dan ke Ketua Umum Hanura. Asyirwan meneken surat pengunduran diri di Medan, Sumatera Utara.

Sosok Asyirwan, dikenal sebagai mantan Wabup yang merakyat. Sekalipun sudah tak menjadi pejabat, Asyirwan berpantang memutus silaturrahmi. Sama seperti tampuk kekuasaan dia pegang. “Jangan sampai, lalatpun tak hinggap. Silaturrahim, perlu terus dirawat dengan hati dan kekeluargaan,” kata Asyirwan Yunus, meminta maaf ke publik. (vbm)

Berani Komen Itu Baik
Tirto.ID
Loading...
To Top