Agam, Prokabar – Tim Pengabdian Universitas Andalas (Unand) melanjutkan pemberdayaan dan pembinaan terhadap Komunitas Pemuda Generasi Hamka di Nagari Sungai Batang, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam. Sesuai dengan divisi yang ada, akan ditingkatkan inovasi dan kreatif di bidang ekonomi, sosial, dan budaya.
“Dalam bidang ekonomi, komunitas ini memiliki misi, meningkatkan dan membangun perekonomian masyarakat. Dan ini merupakan tugas mulia dari KPGH. Untuk membantu usaha ini, kami dari Tim Pengabdian Unand telah mengadakan workshop Kewirausahaan, Manajemen dan Kepemimpinan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan. Bertujuan KPGH dan anggotanya dapat meningkatkan perekonomiannya dan masyarakat,” ungkap Ketua Tim Pengabdian Masyarakat Unand, Yulnafatmawita, Jumat (3/12).
Workshop Kewirausahaan, Manajemen dan Kepemimpinan ini telah dilaksanakan beberapa minggu lalu. Diikuti sejumlah anggota aktif dan memberi dampak positif pada semangat dan ilmu pengetahuannya.
“Wirausaha merupakan suatu kemampuan untuk menciptakan sesuatu hal baru dan berbeda. Baik cara tampilan, penjualan, membayar, proses produk, dan teknologi. Bisa dilakukan secara individu atau private, ataupun sosial atau kelompok. Dua kunci dari kewirausahaan itu adalah kreatif mencipta dari yang tidak ada menjadi ada. Dan Inovatif meningkatkan nilai tambah dari yang sudah ada,” ulasnya.
Guru Besar Fakultas Pertanian Unand itu melanjutkan, membangun kewirausahaan harus sesuai kondisi setempat, seperti usaha yang sudah ada, SDA yang dimiliki, serta SDM baik pendidikan, keahlian, atau bakatnya. Program wisata religius yang dirintis oleh KPGH bisa digabung dengan usaha Kuliner, jasa penitipan, toko pusat oleh-oleh, penyewaan kendaraan, penginapan, event organizer, meeting, festival, pernikahan, jasa tour guide, outbond, fotografi, lomba, pelatihan dan agrowisata.
Dari ide-ide yang muncul dalam diskusi, maka diturunkan ke dalam wilayah Manajemen, melalui tahapan perencanaan, Pengorganisasian, Pelaksanaan dan evaluasi.
“Perencanaan dimulai apa yang akan dilaksanakan terkait dengan usaha yang dipilih dalam bentuk kelayakan usaha dan proposal usaha. Pengorganisasian berupa siapa berperan apa atau pembahagian tugas. Ketiga, pelaksanaan atau aksi, dan terakhir Evaluasi kegiatan. Tingkat keberhasilan KPGH juga sangat ditentukan oleh Kepemimpinan yang ada. Semangat pantang menyerah Buya Hamka merupakan contoh kepemimpinan yang patut diwarisi,” tutupnya. (rud)
















