Trending | News | Daerah | Covid-19

Daerah

Maknai Tersirat Pemotongan Nasi Tumpeng Dalam Hut Bhayangkara Ke 74 Di Polres Agam

Dibaca : 229

Agam, Prokabar — Usai melaksanakan Upacara Hut Bhayangkara ke 74 di Aula Wibisono, Jajaran Polres Agam langsung melaksanakan prosesi pemotongan Nasi Tumpeng, Kamis (1/7). Kegiatan itu memperdalam makna perayaan tersebut dengan khitmat dan penuh penghayatan.

Tradisi Tumpeng sendiri merupakan budaya atau tradisi suku jawa. Terutama di Jawa Tengah, Jawa Barat dan Yogyakarta. Tradisi itu memiliki simbol permohonan manusia kepada Tuhan Yang Maha Esa. Serta penghormatan pemimpin kepada orang yang dihormati.

Nasi Tumpeng berbentuk kerucut atau Gunung. Menggambarkan tangan menyatu dan menyembah Tuhan. Sebagai bentuk titik awal dan akhir dari sebuah kehidupan.

Tradisi itu juga mencerminkan manifestasi simbol sifat alam dan manusia. Berawal dari Tuhan dan kembali kepada Tuhan. Tradisi yang menyiratkan doa dan harapan, berupa kesejahteraan dan kesuksesan yang lebih baik.

Pada kesempatan itu, Kapolres Agam, AKBP Dwi Nur Setiawan, menyerahkan Potongan Nasi Tumpeng itu kepada dua orang anggotanya. Pertama Aiptu Baharuddin yang telah berumur paling tua di Jajaran Polres Agam. Diberi penghargaan dan penghormatan, karena telah lama mengabdikan diri, menjalankan tugas dengan baik selama di Polres Agam.

Potongan Nasi Tumpeng kedua, diberikan kepada Brigda Joedi sebagai anggota polri termuda di Polres Agam. Kapolres berharap, ia dapat lebih berprestasi dan dapat menjalankan tugas dengan kemampuan terbaik untuk masa akan datang.

“Prosesi ini sangat sakral dan khitmat. Karena mengandung makna dan nilai-nilai Ketuhanan. Salah satu bentuk rasa syukur kami kepada Allah SWT, dengan segala Rahmat dan Hidayah-NYA atas segala rezki serta jabatan yang telah diamanahkan. Kami berharap dapat bertugas lebih baik lagi,” pungkasnya. (rud)


Baca Juga :

Berani Komen Itu Baik
To Top