Maknai Tersirat Pemotongan Nasi Tumpeng Dalam Hut Bhayangkara Ke 74 Di Polres Agam

Penulis -

Kamis, 2 Juli 2020 - 04:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Agam, Prokabar — Usai melaksanakan Upacara Hut Bhayangkara ke 74 di Aula Wibisono, Jajaran Polres Agam langsung melaksanakan prosesi pemotongan Nasi Tumpeng, Kamis (1/7). Kegiatan itu memperdalam makna perayaan tersebut dengan khitmat dan penuh penghayatan.

Tradisi Tumpeng sendiri merupakan budaya atau tradisi suku jawa. Terutama di Jawa Tengah, Jawa Barat dan Yogyakarta. Tradisi itu memiliki simbol permohonan manusia kepada Tuhan Yang Maha Esa. Serta penghormatan pemimpin kepada orang yang dihormati.

Baca Juga :  Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

Nasi Tumpeng berbentuk kerucut atau Gunung. Menggambarkan tangan menyatu dan menyembah Tuhan. Sebagai bentuk titik awal dan akhir dari sebuah kehidupan.

Tradisi itu juga mencerminkan manifestasi simbol sifat alam dan manusia. Berawal dari Tuhan dan kembali kepada Tuhan. Tradisi yang menyiratkan doa dan harapan, berupa kesejahteraan dan kesuksesan yang lebih baik.

Baca Juga :  Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Pada kesempatan itu, Kapolres Agam, AKBP Dwi Nur Setiawan, menyerahkan Potongan Nasi Tumpeng itu kepada dua orang anggotanya. Pertama Aiptu Baharuddin yang telah berumur paling tua di Jajaran Polres Agam. Diberi penghargaan dan penghormatan, karena telah lama mengabdikan diri, menjalankan tugas dengan baik selama di Polres Agam.

Potongan Nasi Tumpeng kedua, diberikan kepada Brigda Joedi sebagai anggota polri termuda di Polres Agam. Kapolres berharap, ia dapat lebih berprestasi dan dapat menjalankan tugas dengan kemampuan terbaik untuk masa akan datang.

Baca Juga :  Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

“Prosesi ini sangat sakral dan khitmat. Karena mengandung makna dan nilai-nilai Ketuhanan. Salah satu bentuk rasa syukur kami kepada Allah SWT, dengan segala Rahmat dan Hidayah-NYA atas segala rezki serta jabatan yang telah diamanahkan. Kami berharap dapat bertugas lebih baik lagi,” pungkasnya. (rud)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar
HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering
Keputusan Tim Keabsahan PORPROV Dipertanyakan, KONI Padang Pariaman Sebut Kasus Atlet Tentrem Pangestuti Belum Tuntas
Dibalut Tradisi Makan Bajamba, Malam Resepsi HUT ke-81 Sumbar Perkuat Kebersamaan dan Kolaborasi
KAI dan Polda Sumbar Perkuat Kolaborasi Hadapi Potensi Ancaman Terorisme di Moda Transportasi Kereta Api

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:55 WIB

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Senin, 5 Oktober 2026 - 07:30 WIB

Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 15:13 WIB

HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering

Berita Terbaru

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB