Padang, Prokabar – Wisatawan negeri jiran, Malaysia suka ke Bandung dan Bukittinggi, Sumbar. Dari dulu begitu.
“Kat mana nih nasi kapau? Bimbin tak diangkat, cam mana nak cakap pakcik makcik nih,” dua orang wisatawan Malaysia di Bukittinggi, Sabtu (5/5) sudah agak kesal menunggu karibnya.

Memang Badan Pusat Statistik (BPS) Sumbar mencatat kunjungan wisatawan asing pada Maret 2018 mencapai 5.057 orang atau naik 13,41 persen dibanding Februari 4.459 orang.
“Kunjungan wisatawan asing pada Maret 2018 memberikan kontribusi 0,37 persen terhadap total wisman yang berkunjung ke Indonesia 1.364.576 orang,” kata Kepala BPS Sumbar Sukardi di Padang, Jumat.
Ia mengatakan pada Maret 2018 kunjungan tetap didominasi oleh wisatawan asal Malaysia 3.825 orang, Singapura 540 orang, Australia 180 orang, dan Amerika Serikat 49 orang.
Kemudian, Inggris 49 orang, India 43 orang, Jepang 24 orang, Tiongkok 21 orang, Filipina 21 orang, Jerman 21 orang dan negara lainnya 284 orang.

Ia memastikan jumlah yang terdata tersebut adalah mereka yang masuk melalui imigrasi di Bandara Internasional Minangkabau, jika sebelumnya dari Jakarta atau Medan akan didata di bandara kedatangan.
Sebelumnya Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata (Asita) Sumatera Barat menyarankan pemerintah provinsi bisa meniru cara-cara yang dilakukan Malaysia dalam menggaet wisatawan sehingga kunjungan turis ke Sumbar bisa terus naik.

“Saat ini ada dua kali penerbangan langsung dari Padang ke Kuala Lumpur. Ini merupakan potensi yang bisa dioptimalkan untuk menarik lebih banyak lagi wisatawan asal Malaysia,” kata Ketua Asita Sumbar Ian Hanafiah.(*/nrs)
















