Majukan Pendidikan Sumbar, Nasrul Abit Akan Cetak 1.000 Doktor

Penulis -

Sabtu, 31 Oktober 2020 - 16:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Padang, Prokabar –– Calon Gubernur Sumbar, Nasrul Abit, menawarkan solusi konkret untuk memajukan sektor pendidikan di Ranah Minang. Salah satunya adalah mencetak 1.000 orang doktor dari berbagai disiplin keilmuan dalam kurun waktu lima tahun ke depan.

Untuk merealisasikan rencananya, kandidat yang diusung Partai Gerindra ini akan menggandeng sejumlah perguruan tinggi negeri yang ada di Sumbar. Di antaranya adalah Universitas Andalas (Unand), Universitas Negeri Padang (UNP), dan Universitas Islam Negeri (UIN) Imam Bonjol Padang.

Baca Juga :  Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

“Program itu nantinya akan dibiayai melalui Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD),” kata Nasrul Abit di acara Deklarasi Relawan Memilih Nasrul Abit-Indra Catri di Padang, Rabu (29/10) malam.

“Sudah saatnya putera-putri terbaik Sumbar menjadi doktor di kampung halaman sendiri. Dengan begitu mereka diharapkan bisa memberi sumbangsih ilmu pengetahuan demi mewujudkan Sumbar yang unggul,” Imbuhnya.

Selain program mencetak doktor, Nasrul Abit juga memiliki sejumlah program pendidikan lainnya yang akan dijalankan jika nanti terpilih sebagai gubernur Sumbar. Di antaranya menyiapkan kurikulum pendidikan berkarakter bermuatan kearifan lokal.
Kemudian, meningkatkan tunjangan guru honor SMA, SMK, dan SLB. Meningkatkan kualitas dan kuantitas sarana dan prasarana pendidikan.

Baca Juga :  Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Memberikan bantuan pendidikan bagi pesantren. Meningkatkan anggaran beasiswa kurang mampu dan prestasi untuk siswa dan mahasiswa ke perguruan tinggi.

Selanjutnya, melakukan revitalisasi SMK dan SMA yang berorientasi pasar kerja. Pembangunan sekolah dan ruang kelas baru bagi sekolah yang membutuhkan. Memfasilitasi perangkat pembelajaran digital secara bertahap.

Baca Juga :  Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh

Lalu, menyelenggarakan pelatihan teknis bagi guru dan tenaga kependidikan (GTK) di bidang pembelajaran abad 21 (fondasi literasi, skill dan karakter). Serta memberlakukan tunjangan daerah bagi GTK.

Terakhir, membentuk lembaga sertifikasi profesi pada SMK. Mengoptimalisasikan skill produktif bagi anak trainable dan memperbanyak sekolah inklusif bagi anak educable (SLB), serta menyiapkan bantuan khusus operasional bagi sekolah swasta. (*)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 
Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh
KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api
KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar
HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 12:01 WIB

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:56 WIB

Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh

Rabu, 7 Oktober 2026 - 09:21 WIB

KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Berita Terbaru

Daerah

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Okt 2026 - 12:01 WIB

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB