Peristiwa

Main HP di Menara Saat Hujan, Tiga Orang Tersambar Petir


Dua orang meninggal, satu lagi menjalani perawatan medis secara intensif di RSUD Sungai Dareh

Dibaca : 990

Dharmasraya, Prokabar – Bermain handhone di lokasi ketinggian saat hujan, tiga orang tersambar petir di Dharmasraya.

Peristiwa naas menimpa tiga sekawan itu terjadi pukul 00.00 WIB dini hari di areal perkebunan PT. Andalas Wahana Berjaya (AWB) Jumat (19/3/2021).

Akibatnya dua orang meninggal, satu lagi terpaksa menjalani perawatan medis secara intensif di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sungai Dareh.

Informasi di lapangan, Kamis (18/3/21) sekira pukul 19.30 WIB, ketiga korban atas nama, Yan Fernando Hutagalung, 16 th, Alamat Camp pembibitan Kenagarian Koto Padang, Kecamatan Koto Baru, bersama rekannya Pendi Halawa, 16 th, dan Jonata Hutagalung 18 th, berangkat dari Camp Pembibitan PT AWB menuju menara pantau api berada di Blok G,15 kebun dengan menggunakan dua unit sepada motor.

Sesampai di lokasi, sekira pukul 20.00 Wib, cuaca mulai gerimis. Karena hujan sudah mulai turun, ketiga korban langsung naik ke menara pemantau api, dengan tujuan untuk berteduh.

Sesampai di atas menara, ternyata sinyal handphone sangat bagus. Sehingga ketiga korban langsung memainkan telpon selulernya.

Naas, tak lama petir menyambar, dan mengenai ketiga sekawan itu. Peristiwa tersebut terjadi sekira pukul 00.00 Wib.

Petugas Kepolisian Pawas dan BP Reskrim Polres Dharmasraya, saat meninjau korban di RSUD Sungai Dareh

Kapolres Dharmasraya AKBP Aditya Galayudha Ferdiansyah, melalui Pawas Polres Dharmasraya Ipda Okdianto, bersama BP Reskrim Bripka Eka, ketika berada di RSUD Sungai Dareh membenarkan telah terjadi kecelakaan alam terhadap TIGA orang warga Camp Pembibitan PT AWB.

“Dua orang telah meninggal dunia, sedangkan satu orang lagi harus mendapat perawatan medis secara intensif di RSUD Sungai Dareh,” terang IPDA Okdianto.

Sesuai keterangan singkat dari Yan Fernando Hutagalung, merupakan korban masih hidup menjelaskan, selesai petir menyambar dirinya melihat temannya, Pendi Halawa, dan Jonata Hutagalung sudah tidak bergerak lagi.

Dia berusaha membangunkan kedua temannya itu. Karena tidak bergerak, dan tidak menyahut panggilan, dalam kondisi terluka bakar, dirinya berusaha turun dari menara pantau api.

Halaman : 1 2

Baca Juga :

Berani Komen Itu Baik
To Top